Rahmah

Bertetangga dengan Baik; Bukti Keimanan dan Solidaritas yang Tinggi

Kebaikan kita kepada tetangga merupakan bukti bahwa kita adalah hamba yang beriman.


Bertetangga dengan Baik; Bukti Keimanan dan Solidaritas yang Tinggi
Ilustrasi Bertetangga (MUSLIM.ORG)

AKURAT.CO Salah satu akhlak yang wajib ada pada setiap diri seorang muslim adalah baik dengan tetangga. Mengenal dan saling membantu antar satu dengan lain dalam bermasyarakat di tengah tetangga-tetangganya.

Karena pada dasarnya, kebaikan kita kepada tetangga merupakan bukti bahwa kita adalah hamba yang beriman. Baginda bersabda:

 منْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ (رواه البخاريّ ومسلم)  

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir (dengan iman yang sempurna), maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Etika bertetangga yang baik, disebut dalam hadits Nabi yang lain, hendaknya kita saling memberi, meski dengan sesuatu yang tidak harus mewah. Esensi dari bantuan kita adalah kesalingan menghargai tetangga, bukan untuk menyombongkan diri dengan merasa memiliki segalanya.

Imam Malik, dalam Al-Muwattha, menyebut:

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ (رواه مالك في الموطأ)  

Maknanya: “Wahai para perempuan Muslimah, janganlah sekali-kali seseorang dari kalian menganggap remeh untuk berbagi dengan tetangganya meskipun hanya dengan kuku kambing” (HR Malik dalam al-Muwattha’).

Dalam riwayat yang lain, Sahabat Abu Dzarr radliyallahu ‘anhu berkata:

إِنَّ خَلِيْلِيْ صلى الله عليه وسلم أَوْصَانِي فَقَالَ: إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ثُمَّ انْظُرْ أهلَ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِـمَعْرُوْفٍ" (رواه مسلم) 

Artinya: “Sesungguhnya kekasihku (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) berpesan kepadaku: Jika engkau memasak sup, maka perbanyaklah kuahnya, kemudian lihatlah salah satu keluarga di antara tetanggamu lalu berikanlah sebagian darinya kepada mereka dengan baik” (HR Muslim).

Karena keharusan kita untuk berbuat baik dengan tetangga, Nabi Muhammad sering dinasehati oleh Jibril untuk selalu baik dengan tetangga-tetangganya. Sampai, Nabi mengira bahwa para tetangga itu juga akan mendapatkan harta warisnya.

Sumber: Nu Online