News

Bertemu Putin, Jokowi Minta Jaminan Keamanan Pangan Ukraina

Dari Moscow, Jokowi dan rombongan langsung bertolak menuju Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab


Bertemu Putin, Jokowi Minta Jaminan Keamanan Pangan Ukraina
Presiden Indonesia Joko Widodo bersama Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan keterangan pers bersama usai melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/6) (INSTAGRAM/@jokowi)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo tiba di Istana Kremlin pada Kamis (29/6), sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Berada di Moscow, Jokowi pun langsung melakukan pertemuan tete-a-tete dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ruang Upacara Kenegaraan Istana Kremlin.

Berdiskusi dengan Putin, Jokowi membahas masalah terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk yang bisa berdampak kepada ratusan juta masyarakat dunia, terutama di negara berkembang. 

"Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia. Ini sebuah berita yang baik," kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama Presiden Putin, di Istana Kremlin, seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

baca juga:

Orang nomor satu di Indonesia itu juga telah menegaskan dukungan terhadap upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mereintegrasi komoditas pangan Rusia dan Ukraina ke dalam rantai pasok global.

Demi kemanusiaan, Jokowi mengatakan siap mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina untuk kembali masuk ke dalam rantai pasok dunia. 

"Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, tadi sekali lagi Presiden Putin sudah memberikan jaminannya," ujar Presiden Jokowi.

Di akhir pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, dan energi dapat segera diperbaiki.

"Saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bekerja sama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai. dan semangat kerja sama. Hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai," kata Presiden Indonesia itu.

Dari Moscow, Jokowi dan rombongan langsung bertolak menuju Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA). Di Abu Dhabi, Presiden Jokowi dijadwalkan bertemu pada Jumat (1/7) waktu setempat dengan Presiden PEA Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. []