News

Bertambah, Total Kasus Probable Omicron di DIY Jadi 34

Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta mendeteksi 34 kasus di wilayah DIY yang terkategori probable Omicron


Bertambah, Total Kasus Probable Omicron di DIY Jadi 34
Ilustrasi varian Omicron. (Sky News)

AKURAT.CO Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta mendeteksi 34 kasus di wilayah DIY yang masuk kategori probable Omicron.

Kepala BBTKLPP Yogyakarta Irene menjelaskan, 34 kasus probable Omicron terdeteksi lewat proses pemeriksaan S-gene Target Failure (SGTF) terhadap sejumlah spesimen sepanjang beberapa hari terakhir.

"DIY sudah 34 (kasus probable Omicron), belum termasuk pemeriksaan hari ini," kata Irene saat dihubungi, Jumat (28/1/2022).

baca juga:

Irene melanjutkan, 34 kasus probable itu merupakan hasil pemeriksaan SGTF terhadap sampel-sampel dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunungkidul.

"Yang belum ada (probable Omicron) itu dari Kota Yogyakarta sama Kabupaten Kulon Progo," ungkap Irene.

Status probable Omicron masih akan melekat sampai pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dilaksanakan. Namun, kata Irene, dibutuhkan jumlah sampel minimal agar pemeriksaan ini bisa terlaksana.

Irene menyebut, WGS terhadap 1 sampel saja bisa dilakukan sebenarnya. Namun itu berarti akan menghabiskan kit reagen yang harganya sampai puluhan juta hanya untuk memeriksa 1 spesimen. 

"Kit reagen itu (kapasitas) 98 ya, ada 96 sampel, 1 kontrol positif, dan 1 kontrol negatif. Jadi seandainya kita running 1 kan, 1 kit reagen itu terpakai kan sayang, harga kit reagennya itu mahal, puluhan juta. Makanya kita berusaha untuk menggenapkan agak banyak ya, minimal separuh. Minimal 48 (sampel) kita sudah berani running," imbuh dia panjang.

Irene bagaimanapun optimis WGS bisa dilakukan dalam waktu dekat, menimbang kiriman sampel dari daerah lain yang turut diperiksa secara SGTF di BBTKLPP Yogyakarta. WGS akan dilakukan terhadap spesimen Covid-19 dengan CT Value di bawah 30 dan diperkirakan memakan waktu sepekan untuk seluruh rangkaian prosesnya.

"Ini kan sudah cukup banyak, kita juga ada kiriman dari provinsi lain. Jadi sesegera mungkin kita running (WGS). Mungkin minggu depan sudah kita siapkan untuk running," tandasnya.[]