News

Bersatu Memprotes Israel! Ribuan Warga Amerika-Eropa hingga Yahudi Gelar Aksi Bela Palestina

Protes tersebut digelar pada Sabtu (15/5), tepat ketika peringatan Hari Nakba tahunan terjadi


Bersatu Memprotes Israel! Ribuan Warga Amerika-Eropa hingga Yahudi Gelar Aksi Bela Palestina
Orang-orang berdemonstrasi untuk mendukung warga Palestina di dekat Konsulat Jenderal Israel di Los Angeles, AS pada Sabtu (15/5)

AKURAT.CO, Ribuan demonstran di sejumlah kota Amerika Utara hingga Eropa kompak menggelar aksi bela Palestina dan menyerukan diakhirinya serangan udara Israel di jalur Gaza.

Seperti diwartakan France24, protes tersebut digelar pada Sabtu (15/5), tepat ketika peringatan Hari Nakba tahunan terjadi. Seperti diketahui, Hari Nakba atau Hari Kehancuran dikenang sebagai hari di mana ratusan ribu warga Palestina diusir paksa demi terbentuknya negara Israel pada 1948.

Tepat di Hari Nakba itulah, ribuan warga pro-Palestina berunjuk rasa di kota-kota di seluruh Amerika Utara pada Sabtu (15/5). Di kota-kota itu, dengan memakai aksesoris Palestina, warga berjubel sembari menyerukan kemerdekaan untuk Palestina. Mereka pun meneriakkan berbagai slogan pro-Palestina. Di antaranya termasuk 'Bebaskan Palestina'; 'Dari sungai ke laut, Palestina akan merdeka'; 'Dunia Berdiri untuk Palestina'; hingga 'Selamatkan Gaza'.

Di daerah Bay Ridge di Brooklyn, New York misalnya, para pengunjuk rasa yang berkumpul dilaporkan sampai menyentuh 2 ribuan orang. Mereka juga mengibarkan bendera Palestina dan memegang plakat bertuliskan 'Akhiri Apartheid Israel' dan 'Kebebasan untuk Gaza'.

Banyak pengunjuk rasa juga ramai mengenakan kaffiyeh dengan corak hitam dan putih atau merah dan putih. 

Beberapa orang Yahudi juga hadir dalam aksi 'Bela Palestina'. Mereka bahkan ikut membawa plakat bertuliskan 'Bukan atas nama saya' dan 'Solidaritas dengan Palestina'.

Seorang pengunjuk rasa bernama Emraan Khan (35), lantas menuturkan keprihatinannya soal situasi di Palestina. Terutama dalam genosida ini, kekuatan Israel dan Palestina begitu tidak seimbang. 

"Saya di sini karena saya ingin agar rakyat Palestina memiliki kehidupan yang sama dengan warga Israel. Namun, pada masa sekarang, itu belum terjadi. 

"Ketika Anda menyaksikan ada suatu negara dengan persenjataan nuklir, sedangkan tetangga lain hanya memiliki penduduk desa yang bermodalkan batu, jelas siapa yang harus disalahkan," kata Khan, seorang ahli strategi perusahaan dari Manhattan.

Menyusul Khan, ada Alison Zambrano yang rela melakukan perjalanan dari negara bagian Connecticut untuk bisa berdemo. 

"Warga Palestina memiliki hak untuk hidup bebas dan anak-anak di Gaza tidak boleh dibunuh," kata Zambrano yang seorang mahasiwa berusia 20 tahun. 

Mashhour Ahmad, seorang Palestina berusia 73 tahun yang telah tinggal di New York selama 50 tahun, juga mengungkap hal serupa. Ahmad pun menyebut bagaimana agresi Israel ini jelas merupakan bukti genosida, dan pemerintah Amerika Serikat (AS) harus segera menghentikannya.

"Jangan salahkan korban atas agresi tersebut. Saya memberi tahu Tuan Biden dan kabinetnya untuk berhenti mendukung pembunuhan. Dukung para korban, hentikan penindasan.

"Kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel baru-baru ini adalah genosida," ucap  Ahmad sambil mengangkat poster bertuliskan 'Bebaskan Palestina, Akhiri pendudukan'. 

AFP 

Pemandangan warga yang mengungkap solidaritasnya untuk warga Palestina itu juga berlangsung di kota-kota lain, termasuk New York, Boston, Washington, hingga Montreal dan Dearborn di negara bagian Michigan. 

Kerumunan orang juga terlihat berkumpul di Copley Square di Boston, dan beberapa ratus orang menggelar aksi di halaman Monumen Washington di ibu kota AS.

Secara terpisah, Presiden AS, Joe Biden mengungkap 'keprihatinan besar' atas banyaknya korban selama eskalasi enam hari antara militer Israel dan Hamas. Dalam pernyatannya, Biden juga menegaskan komitmen untuk solusi dua negara untuk Palestina-Israel.

"Komitmen kuat Washington untuk solusi dua negara yang dinegosiasikan sebagai jalan terbaik untuk mencapai resolusi yang adil dan abadi dari konflik Israel-Palestina," kata Biden dalam sebuah pernyatan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih pada Sabtu kemarin. 

Selain Amerika, aksi Bela Palestina juga ikut digelar di kota-kota besar di Eropa. Seperti diberitakan CNA, protes juga berlangsung pada Sabtu dan dihadiri oleh ribuan warga.

Aksi Bela Palestina itu setidaknya terjadi di London, Berlin, Madrid, Paris, Atena, hingga Kanada. 

Di London, beberapa ribu pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan 'Hentikan Pengeboman Gaza' dan nyanyian 'Bebaskan Palestina'. Mereka berkumpul bersama di Marble Arch, dekat Taman Hyde dan berbaris menuju kedutaan Israel.

Penyelenggara mengklaim setidaknya ada 100 ribu orang telah berkumpul untuk demonstrasi tersebut.

AFP/Tolga Akmen 

Lalu di Montreal, Kanada, beberapa ribu orang menyerukan 'Pembebasan Palestina'. Dalam aksinya, mereka juga mengecam kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel di Gaza. 

Kemudian di Madrid, Spanyol, 2.500 orang, dan di antaranya banyak dari kaum muda menggotong bendera Palestina. Mereka berbaris ke alun-alun Puerta del Sol di pusat kota sembari meneriakkan kecaman terhadap Israel.

"Ini bukan perang, ini genosida," teriak para pengunjuk rasa.

AFP / GABRIEL BOUYS

Ribuan orang di kota-kota Jerman, termasuk Berlin, juga bersatu memprotes Israel. Mereka meneriakkan 'Boikot Israel' hingga sejumlah massa nekat melempar batu dan botol paving ke arah polisi. Aksi ini sempat memicu sejumlah penangkapan oleh polisi.

Protes lainnya diadakan di Frankfurt, Leipzig dan Hamburg.

Sementara Selasa (11/5) lalu, bendera Israel sempat dibakar di depan dua sinagog di Bonn dan Muenster.

Lalu di Paris, Prancis, aksi berujung ricuh setelah polisi menindak pengunjuk rasa yang melanggar aturan protes. Mereka menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan unjuk rasa pro-Palestina. 

Beberapa orang menanggapi dengan melempar batu atau mencoba memasang penghalang jalan dengan penghalang konstruksi. Namun, sebagian besar polisi mengejar kelompok-kelompok di seluruh distrik demi mencegah pawai masuk ke Place de la Bastille.

"Anda ingin melarang saya menunjukkan solidaritas dengan orang-orang saya, meskipun desa saya sedang dibom?" kata Mohammed, 23 tahun dan mengenakan kaos bertuliskan 'Bebaskan Palestina'.

Pawai itu resmi dilarang pada Kamis (13/5) karena adanya kekhawatiran akan terulangnya bentrokan sengit yang meletus pada pawai serupa di Paris selama konflik Israel-Palestina tahun 2014. Mengingat saat itu, pengunjuk rasa ikut menargetkan sinagog dan sasaran lain yang berbau Israel, seperti umat Yahudi.

AFP / GEOFFROY VAN DER HASSELT

Sementara pawai di kota-kota lain di Paris, termasuk Montpellier, Toulouse dan Bordeaux, dilaporkan berlangsung kondusif dan aman.

Sedangkan di Yunani, setidaknya ada 500 warga yang berkumpul di Athena. Namun, hampir sama seperti Paris, protes di Athena juga berujung sedikit ricuh. Saat itu, polisi Yunani menggunakan meriam air dan terjadi perkelahian kecil dengan pengunjuk rasa di depan kedutaan Israel.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co