Olahraga

Bersaksi di Kongres, Biles dan Raisman Sebut Aparat "Membiarkan" Pelecehan

Simone Biles dan ratusan atlet senam nasional AS merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter Larry Nassar.


Bersaksi di Kongres, Biles dan Raisman Sebut Aparat
Empat pesenam Amerika Serikat, Simone Biles, McKayla Maroney, Aly Raisman, dan Maggie Nichols, ketika berbicara di Kongres AS di Washington DC, AS, Rabu (15/9). (TWITTER/The Recount)

AKURAT.CO, Empat pesenam nasional Amerika Serikat bersaksi di parlemen negara mereka tentang pengalaman pelecehan seksual yang mereka alami. Kesaksian di Kongres AS ini merupakan lanjutan dari kasus pelecehan yang dilakukan mantan dokter Timnas Senam Artistik AS, Larry Nassar, sebelum kasus ini terbongkar pada 2016.

Mereka yang hadir di Washington, AS, Rabu (15/9), adalah juara olimpiade seperti Simone Biles dan Aly Raisman. Juga pesenam nasional segenerasi dengan Biles dan Raisman, McKayla Maroney dan Maggie Nichols.

“Saya tidak ingin atlet senam muda olimpiade atau siapapun mengalami horor yang saya dan ratusan lainnya alami sebelumnya, selama (di timnas) dan berlanjut sampai saat ini,” kata Biles sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Biles juga mencatat bahwa pelecehan yang dialami oleh para pesenam terlindungi secara sistematis. Aparat hukum juga lamban melakukan respons sejak kabar ini mencuat ke publik.

“Terus terang, saya menyalahkan Larry Nassar dan saya juga menyalahkan seluruh sistem yang membolehkan pelecehannya. Federasi Senam AS (USAG) dan Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS (USOPC) tahu bahwa saya dilecehkan oleh tim dokter mereka jauh sebelum saya sadar bahwa mereka tahu,” kata Biles.

“Saya tidak mengerti seberapa besar semua yang terjadi sampai ketika Indianapolis Star mempublikasi artikel di musim gugur 2016, judulnya ‘mantan dokter Timnas Senam AS dituduh melakun pelecehan. Meski begitu, ketika itu saya anggota Timnas Olimpiade AS 2016, tidak USAG, USOPC, tidak juga FBI pernah menghubungi saya atau orang tua saya.”

Aly Raisman, yang menjuarai Olimpiade London 2012, juga memberikan pandangan serupa. Ketika akhirnya FBI dan beberapa agen menyelidiki kasus ini di kamp latihan Timnas Senam AS, Raisman menangkap isyarat bahwa mereka lebih suka menutup kasus tersebut.

“Laporan pelecehan terhadap saya tidak hanya dikuburkan oleh USAG dan USOPC, tetapi juga salah ditangani oleh penegak hukum federal yang gagal memenuhi tugas mereka yang paling dasar,” kata Raisman.

Larry Nassar sendiri sudah dinyatakan bersalah pada pada 2017. Ia mendekam di penjara dengan hukuman lebih dari 100 tahun yang menjamin bahwa sang terpidana bakal meninggal dunia di dalam tahanan.[]