News

Berpotensi Mengancam Kesehatan, Anggota Komisi X Minta PTM Dihentikan Sementara

Bila penyelenggaraan PTM terbatas dipaksakan dapat mengancam kesehatan, keselamatan guru dan siswa.


Berpotensi Mengancam Kesehatan, Anggota Komisi X Minta PTM Dihentikan Sementara
Sejumlah siswa beraktivitas di luar ruang pada hari pertama sekolah di Sekolah Dasar 06 Kranggan, cibubur, Jakarta, Senin (15/7/2019). Hari ini para siswa mulai kembali beraktivitas mengikuti pelajaran di sekolah untuk tahun ajaran baru 2019-2020 usai libur panjang kenaikan kelas. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Data Satuan Tugas COVID-19 menunjukkan bahwa penambahan kasus COVID-19 pada Senin, 21 Juni 2021 lalu. Dengan sebaran tertinggi secara berturut-turut terjadi di provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Tumur, dan Riau.

Anggota Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah berharap agar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dihentikan sementara di provinsi-provinsi dengan penambahan kasus tertinggi.

"Saya juga mengharapkan pemerintah daerah di provinsi-provinsi tersebut meninjau ulang pelaksanaan PTM terbatas yang rencananya diadakan pada tahun ajaran baru Juli 2021," ujar Himmatul sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO, Kamis (24/6/2021).

Menurut Himmatul, bila penyelenggaraan PTM terbatas dipaksakan dalam situasi lonjakan kasus COVID-19 dapat mengancam kesehatan, keselamatan guru dan siswa.

Padahal, lanjut Himmatul, ketentuan dalam SKB Empat Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi COVID-19 menyebutkan bahwa proses pembelajaran selama COVID-19 harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

"Daerah-daerah di Indonesia yang tidak ada penambahan kasus (zona hijau) dapat menyelenggarakan PTM terbatas. Namun, mengingat masih terjadinya lonjakan kasus COVID-19, pemerintah daerah harus mempertimbangkan tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya saat akan memutuskan menyelenggarakan PTM terbatas," terangnya.

Karena itu, Himmatul menekankan jika dalam perkembangannya menunjukkan tingkat risiko yang tinggi maka pemerintah daerah harus menunda pelaksanaan PTM terbatas.

"Uji coba dan pelaksanaan PTM terbatas dapat kembali dilakukan setelah terjadi penurunan kasus Covid-19 dan vaksinasi untuk guru sudah selesai sehingga pelaksanaan PTM terbatas dirasa aman bagi guru dan siswa," ujarnya.

Selain itu, Himmatul juga berharap agar orang tua siswa dapat bersabar atas penundaan pemberlakuan PTM terbatas mengingat hal ini merupakan pilihan terbaik demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co