News

Berpotensi Mematikan, Kasus Penularan Flu Burung H5N6 pada Manusia Ditemukan di China

China baru saja melaporkan satu kasus infeksi flu burung jenis H5N6 pada manusia


Berpotensi Mematikan, Kasus Penularan Flu Burung H5N6 pada Manusia Ditemukan di China
Foto ini yang diambil pada 12 Februari 2017 inu menunjukkan seorang pasien flu burung H7N9 sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, China tengah (AFP )

AKURAT.CO China baru saja melaporkan satu kasus infeksi flu burung jenis H5N6 pada manusia. Sementara diketahui, H5N6 menjadi salah satu virus yang berpotensi mematikan dan telah ditemukan pada ternak unggas selama bertahun-tahun.

Diwartakan NYPost hingga USNews, laporan kasus itu mulai diungkap pada Kamis (17/7) oleh media pemerintah China Global Television Network (CGTN). Dalam siaran itulah, CGTN menyebut pasien adalah seorang pria  berusia 55 tahun. Ia dinyatakan positif pada 6 Juli, setelah menderita demam dan dirawat di rumah sakit di Bazhong, provinsi Sichuan. 

Namun, CGTN tidak menjabarkan lebih jauh bagaimana pria itu bisa terinfeksi H5N6. Tidak dijelaskan juga apakah ia sebelumnya terlibat dalam pekerjaan menangani unggas atau tidak. 

Kendati demikian, para pejabat disebutkan langsung mengaktifkan status tanggap darurat dan mensterilkan daerah terdampak. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri sempat mengumumkan adanya potensi penyebaran infeksi antar manusia pada virus burung. Karenanya dalam laporan pembaruannya, WHO meminta masyarakat agar terus waspada terhadap kondisi di sektor kesehatan manusia maupun hewan. 

"Setiap kali virus flu burung beredar di unggas, ada risiko infeksi sporadis dan kelompok kecil kasus manusia karena terpapar unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, kasus sporadis pada manusia terjadi secara tidak terduga.

"Dengan berlanjutnya kejadian flu burung akibat virus influenza A(H5) yang sudah ada dan yang baru pada unggas, ada kebutuhan untuk tetap waspada di sektor kesehatan hewan dan masyarakat. 

"Kesadaran masyarakat akan potensi bahaya bagi kesehatan manusia sangat penting untuk mencegah infeksi pada manusia. Pengawasan harus dilanjutkan untuk mendeteksi kasus manusia dan perubahan awal dalam penularan dan infektivitas virus," jelas WHO dalam pembaruan mingguan flu burung terakhir pada 9 Juli lalu.

Namun, dalam kasus di Sichuan, beberapa ahli yang disebutkan CGTN mengatakan bahwa risiko penularan skala besar antara manusia adalah rendah.

Virus H5N6 pertama kali terdeteksi delapan tahun lalu di Laos, kemudian menyebar ke China dan negara-negara lain. Dalam laporannya 2014 lalu, WHO menyebut bahwa di Asia, ada setidaknya 32 kasus infeksi virus pada manusia. Sedangkan jumlah kematian dikatakan mencapai hingga 19 kasus. Sementara kasus terakhir dilaporkan di China pada 13 Mei lalu.

Baca Juga: Pertama di Dunia! China Laporkan Kasus Penularan Flu Burung H10N3 pada Manusia

Seperti virus COVID-19, mutasi juga umum terjadi pada virus flu burung. Karena inilah, para ilmuwan berupaya keras untuk melacak varian virus guna menentukan indikasi apakah mereka lebih mematikan atau menular.[]