News

Berpidato di Sidang Umum PBB, Jokowi Ingatkan Palestina Belum Merdeka


Berpidato di Sidang Umum PBB, Jokowi Ingatkan Palestina Belum Merdeka
Presiden RI Joko Widodo berpidato di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB pada Rabu (23/9) (YouTube/Sekretariat Presiden)

AKURAT.CO, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB pada Rabu (23/9).

Disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, pria yang akrab dipanggil Jokowi ini menyayangkan masih belum tercapainya kedamaian di seluruh dunia.

"Di usia PBB yang ke-75 ini, kita patut bertanya apakah dunia yang kita impikan tersebut sudah tercapai? Saya kira jawaban kita sama. Belum. Konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. Prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," keluhnya.

Jokowi pun menekankan pentingnya bersatu padu dan selalu menggunakan pendekatan 'win-win' pada hubungan antarnegara yang saling menguntungkan. Menurutnya, semangat kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia, terutama semangat yang menguntungkan semua pihak, tanpa meninggalkan satu negara pun. Ia lantas menyinggung masalah Palestina ketika membicarakan tentang Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.

"Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina untuk mendapatkan hak-haknya," tegasnya.

Selain itu, Jokowi mengingatkan bahwa PBB bukan sekadar sebuah gedung di New York, melainkan cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus. Jadi, organisasi ini perlu membuktikan keadilan multilateralisme, memperkokoh kepemimpinan global, dan mendorong kerja sama penanganan COVID-19 dari segi kesehatan maupun dampak sosial ekonominya.

"Dunia yang sehat dan produktif harus menjadi prioritas. Semua itu dapat dicapai jika kita bekerja sama, bekerja sama, dan bekerja sama," tuturnya. []