Ekonomi

Bernilai Jual Tinggi, Para Petani Didorong Gunakan Pola Tanam Organik

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mendorong petani, terutama di Banjarnegara, untuk menggalakkan pola tanam organik.


Bernilai Jual Tinggi, Para Petani Didorong Gunakan Pola Tanam Organik
Illustrasi (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mendorong petani, terutama di Banjarnegara, untuk menggalakkan pola tanam organik. Sebab, dengan pola tanam tersebut, nilai jualnya lebih tinggi.

Hal itu dia sampaikan seusai menyerahkan bantuan sebanyak 2.500 batang bibit Jeruk Lemon California di Desa Jembangan, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Selain menyerahkan bantuan bibit Jeruk Lemon, wagub juga menyerahkan bantuan 10 ton pupuk organik, 250 kilogram pupuk NPK, paket bantuan rehab RTLH, dan jambanisasi.

Menurutnya, pola tanam organik dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Meskipun waktu panennya lebih lama, namun hasil yang diperoleh sepadan.

baca juga:

"(Bantuan bibit) Jeruk California ini untuk sembilan poktan (kelompok tani). Bukan hanya bibit, namun juga sama pupuknya (organik). Ini ayo mulai kita ubah, kita bersama-sama. Tidak mungkin saya punya keinginan, namun masyarakat tidak mau. Dibantah oleh petaninya, panjenengan tanggung jawab, kalau pakai pupuk organik, bisa setahun sekali panen. Mungkin kita panennya tidak sebanyak itu, tapi harganya bisa untuk menutup panen yang saat ini melimpah," kata Gus Yasin, sapaan wagub.

Bukan hanya pada tanaman buah, wagub menginginkan agar masyarakat turut menanam padi dan sayuran secara organik. Menurutnya, kalau mulai diolah dari sekarang, mereka bisa memetik hasilnya di kemudian hari.

Gus Yasin menginformasikan, negara-negara Eropa sangat membutuhkan makanan dan buah-buahan organik. Dicontohkan, saat dia ke Eropa, negara Jerman sangat membutuhkan beras, buah, sayur organik. Sehingga hal itu dapat menjadi peluang untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka.

"Jerman itu butuh beras, butuh buah, sayuran juga butuh, mereka tidak ada pertanian. Di negara lain juga tidak ada pertanian. Kalau seandainya kita banyak organiknya, mereka mau, kita yang menang. Maka itu, ayo kita ubah bareng-bareng. Saya yakin kalau nanti itu bisa kalau beras melimpah, saya akan pasarkan ke negara tetangga. Kita akan ekspor," tandas Gus Yasin.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi