News

Bermula dari Video Viral TikTok, 7 Nelayan Diamankan Usai Tangkap Penyu untuk Dimakan

Mereka kedapatan menangkap satwa dilindungi berupa penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai, Watulawang, Tepus, Gunungkidul


Bermula dari Video Viral TikTok, 7 Nelayan Diamankan Usai Tangkap Penyu untuk Dimakan
Tujuh orang tersangka digelandang ke Mapolda DIY, Sleman, Kamis (22/4/2021) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Sebanyak tujuh orang nelayan diamankan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda DIY. Pasalnya, mereka kedapatan menangkap satwa dilindungi berupa penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai, Watulawang, Tepus, Gunungkidul untuk dikonsumsi.

Kasubdit Gakkum Ditpolarud Polda DIY AKBP Fajar Pamuji mengatakan, kasus ini diawali dari laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY yang mendapati video viral penangkapan penyu. Video tersebut diunggah ke akun TikTok @_egg oleh seorang wisatawan.

"Video tersebut berisi adegan beberapa orang melakukan penangkapan penyu yang terjadi pada Jumat, 26 Maret 2021 di Pantai, Watulawang," kata Fajar saat menggelar konferensi pers di Mapolda DIY, Sleman, Kamis (22/4/2021).

Penyelidikan gabungan oleh BKSDA dan Dit Polairud mengarah ke tujuh orang nelayan yang diduga menjadi sosok terekam dalam video. Mereka adalah SP (40), SD (38), WS (55), SM (55), WI (36), WS (42), dan IM (47), yang mana para pria ini merupakan warga Tepus, Gunungkidul.

Dari serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tujuh orang terduga pelaku tersebut, didapati sejumlah barang bukti. Ditambah keterangan dari masing-masing, polisi menaikkan status ketujuh nelayan tersebut.

"Saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," imbuh Fajar.

Para nelayan ini kedapatan melakukan penangkapan dan membunuh seekor penyu lekang. Namun, hewan malang itu tidak dipasarkan, melainkan ditangkap untuk dikonsumsi.

"Dari tujuh orang tersangka ini, perannya bermacam-macam. Ada yang menangkap (penyu), menangkap dan membunuh, ada juga yang memotong dan yang mengangkut," urai Fajar.

Dari kasus ini, polisi mengamankan sederet barang bukti. Antara lain, 1 set alat pancing, 1 utas tampar sepanjang 15,7 meter, 1 bilah pisau, 1 buah tang, 1 lembar baner, 1 buah ember plastik, 1 pucuk bambu, dan 1 unit mobil model jip.

Kendati, polisi tidak melakukan penahanan kepada para tersangka. "Karena tersangka cukup kooperatif dan jadi tulang punggung keluarga," sambung Fajar.

Sementara Kepala Seksi Konservasi Wil I BKSDA DIY Untung Suripto menerangkan bahwa penyu lekang ini merupakan salah satu satwa yang masuk kategori dilindungi. "Di Indonesia ada enam jenis penyu dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia," katanya.

Tindakan menangkap, melukai, membunuh, atau memperdagangkan satwa dilindungi, sebagaimana dikatakan Untung, melanggar UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya, pidana penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Seorang tersangka sementara itu mengaku tidak sengaja menangkap penyu tersebut saat ia tengah memancing di Pantai Watulawang. Dirinya pun mengakui satwa yang mereka tangkap belum sempat dikonsumsi.

"Belum sempat dimakan dan dibuang. Jujur niat kami (penyunya) saya makan tapi sudah ditangkap polisi. Belum sempat dimakan dan dibuang," aku salah seorang tersangka.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu