News

Bermodal Pistol Mainan, Wanita Lebanon 'Rampok' Bank demi Cairkan Tabungannya Sendiri

Bermodal Pistol Mainan, Wanita Lebanon 'Rampok' Bank demi Cairkan Tabungannya Sendiri
Sally Hafez mengacungkan pistol mainan agar bisa mencairkan uang tunai Rp194 juta dari tabungannya sendiri yang ditahan oleh Bank BLOM di Beirut, Lebanon. (REUTERS)

AKURAT.CO Seorang wanita Lebanon mengacungkan sepucuk pistol saat masuk ke Bank BLOM di Beirut pada Rabu (14/9). Ia pun menuntut penarikan tunai USD 13 ribu (Rp194 juta) dari rekening tabungannya sendiri. Usut punya usut, senjata yang digunakannya hanyalah mainan.

Dilansir dari Reuters, bank-bank di Lebanon mengunci sebagian besar rekening tabungan sejak terjadi krisis keuangan 3 tahun lalu. Akibatnya, banyak orang kesulitan mencairkan uang mereka sendiri dari tabungan saat membutuhkannya untuk membiayai hidup mereka.

Seorang wanita pun nekat 'merampok' Bank BLOM di Beirut pada Rabu (14/9) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Bermodal pistol mainan, ia menuntut akses ke tabungannya.

baca juga:

Sekitar 1 jam kemudian, ia pergi dengan uang tunai USD 13 ribu (Rp194 juta), menurut seorang sumber dari Depositors' Outcry, kelompok yang mengadvokasi warga Lebanon atas tabungan yang tertahan di Bank. Wanita itu juga menarik tunai sekitar 6 juta pound Lebanon (Rp59,5 juta).

Wanita tersebut diidentifikasi bernama Sally Hafez. Menurut ibunya, Hafez terpaksa bertindak ekstrem untuk mengambil uang dari rekeningnya demi mengobati adiknya yang menderita kanker.

"Jika kami tak melakukannya, putri saya bisa mati. Yang kami miliki hanyalah uang itu di bank. Putri saya terpaksa mengambilnya. Itu haknya, itu uangnya sendiri di rekening tabungannya, demi mengobati saudarinya," bela ibunda.

Pernyataan Bank BLOM mengonfirmasi penyanderaan tersebut. Namun, mereka tak mengungkapkan berapa jumlah yang diambil pelaku. Layanan keamanan juga tak menjawab soal konsekuensi hukum atas insiden tersebut.

Insiden ini merupakan kejadian kedua kalinya di Lebanon dalam sebulan. Pada pertengahan Agustus, seorang pria 'merampok' bank lainnya untuk mencairkan tabungannya sendiri demi mengobati ayahnya yang sedang sakit. Tersangka lantas ditangkap, tetapi kemudian dibebaskan tanpa tuduhan setelah bank mencabut gugatannya.[]