News

Berlangsung Alot, Diskusi RUU Penanggulangan Bencana Belum Ada Titik Temu

Ada perbedaan pandangan antara Komisi VIII DPR RI dengan Pemerintah soal kelembagaan BNPB dalam revisi UU Penanggulangan Bencana.


Berlangsung Alot, Diskusi RUU Penanggulangan Bencana Belum Ada Titik Temu
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengungkapkan perbedaan pandangan antara Komisi VIII DPR RI dengan Pemerintah soal kelembagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana.

Hal itu ia sampaikan saat Rapat Kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Sosial dan Komisi II DPD RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

“Dalam serangkaian rapat Panja (RUU Penanggulangan Bencana) memang belum ditemukan titik temu antara Panja di mana saya kebetulan ketuanya, dengan Panja Pemerintah mengenai nomenklatur kelembagaan Badan Nasional Penanggulanan Bencana, maupun anggaran penanggulangan bencana. Kalau yang lain (pasal-pasal) saya kira semua sudah menemukan kesepakatan,” kata Ace.

Ketika pembahasan di Panja baik Pemerintah maupun Komisi VIII, disebutkan secara eksplisit dalam revisi UU versi Pemerintah itu soal kelembagaan BNPB hanya disebut Badan. Sementara dalam UU sebelumnya Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, BNPB disebutkan secara eksplisit.

"Tentu didalam DIM versi Komisi VIII, kami justru mempertegas soal BNPB. Nah untuk saat ini soal kelembagaan ini, sesungguhnya belum menemukan titik temu," terang Ace.

Ace juga menyampaikan jika RUU Penanggulangan Bencana tak kunjung menemukan titik temu, maka RUU ini nantinya bisa di-drop dari pembahasan.

“Kita diberikan waktu hanya dalam satu masa sidang lagi. Jika di dalam satu masa sidang ini, artinya nanti bulan Desember, kita masih belum bisa menyelesaikan UU ini, maka UU ini akan di-drop," kata legislator Golkar ini.

Pemerintah bersikeras bahwa BNPB tidak perlu disebutkan. Sementara di Komisi VIII ingin menyebutkan BNPB.

"Bahkan kami ingin memperkuat kelembagaannya,” terangnya.