Rahmah

Berkurban dengan Hewan Hasil Iuran, Bolehkah?

Bagaimana syaiat Islam memandang kurban dengan cara iuran?


Berkurban dengan Hewan Hasil Iuran, Bolehkah?
Ilustrasi hewan kurban (syria.tv)

AKURAT.CO Momen Idul Adha tidak saja menjadi semangat umat muslim untuk berbagi dengan menyembelih hewan kurban, tetapi juga merupakan momentum untuk menjalin solidaritas dan semangat gotong royong.

Saat tiba Idul Adha, masyarakat berbondong-bondong meramaikan dan saling bantu-membantu menyukseskan pelaksanaan ibadah kurban, mulai dari proses penyembelihan, pembagian hingga memakan dagingnya secara bersama-sama.

Semangat berbagi ini juga tewujud dengan adanya lembaga atau kelompok tertentu yang mengadakan praktik iuran untuk membeli hewan kurban. Sebagian di antaranya patungan membeli kambing dan ada pula yang membeli sapi, ini biasa terjadi sebagai solusi bagi mereka yang terkendala dana. Bagaimana hukumnya?

baca juga:

Dilansir NU Online, Islam telah menetapkan batasan jumlah orang yang berkurban untuk tiap satu hewan. Jika kambing hanya untuk satu orang sementara untuk sapi atau kerbau maksimal untuk tujuh orang. Hal ini didasari oleh hadis Nabi berikut,

عَنْ جَابِرٍ - رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ - قَالَ: «خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ فَأَمَرَنَا أَنْ نَشْتَرِكَ فِي الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلُّ سَبْعَةٍ مِنَّا فِي بَدَنَةٍ

Artinya, “Dari jabir, beliau berkata kami keluar bersama Rasulullah seraya berihram haji, lalu beliau memerintahkan kami untuk berserikat di dalam unta dan sapi, setiap tujuh orang dari kami berserikat dalam satu ekor unta.” (HR Muslim)

Juga hadis Nabi di bawah ini,

أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ كُنَّا نُضَحِّي بِالشَّاةِ الْوَاحِدَةِ يَذْبَحُهَا الرَّجُلُ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ. ثُمَّ تَبَاهَى النَّاسُ بَعْدُ فَصَارَتْ مُبَاهَاة

Artinya, “Sesungguhnya Abu Ayyub al-Anshari berkata, ‘Kami dahulu berkurban dengan satu kambing, disembelih seseorang untuk dirinya dan keluarganya, kemudian manusia setelahnya saling membanggakan diri maka menjadi ajang saling membanggakan (bukan ibadah).’” (HR Imam Malik bin Anas)

Selain itu, ulama mazhab Syafii Khathib al-Syarbini dalam Al-Iqna’ ‘Ala Matni Abi Syuja (4/332) menjelaskan, “Mencukupi satu kambing tertentu berupa domba atau kambing kacang dari satu orang saja, maka bila ia menyembelih untuk dirinya dan keluarganya, atau untuk dirinya dan menyertakan orang lain di dalam pahala berkurban, maka boleh.

“Atas ketentuan ini diarahkan hadisnya Imam Muslim: Nabi berkurban dengan dua kambing gibas dan beliau bersabda, ‘Ya Allah semoga engkau terima kurban ini dari Muhammad, keluarga, dan umatnya.’”

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kurban dengan hasil iuran untuk membeli seekor kambing tidak cukup karena hanya untuk satu orang. Sementara sapi atau kerbau bisa menggunakan  iuran dengan maksimal tujuh orang.[]

Sumber: NU Online