Rahmah

Berkunjung Yuk Beberapa Wisata Religi Bersejarah di Maluku, dari Makam Wali Hingga Masjid Berusia Ratusan Tahun

Maluku bukan hanya menyajikan berbagai wisata alam yang menakjubkan, namun di wilayah penghasil rempah-rempah ini memiliki sejumlah wisata religi.


Berkunjung Yuk Beberapa Wisata Religi Bersejarah di Maluku, dari Makam Wali Hingga Masjid Berusia Ratusan Tahun
Masjid Batu Merah (Republika)

AKURAT.CO  Dalam aspek kehidupan, keberadaan bangunan peninggalan sejarah Islam merupakan simbol eksistensi peradaban Islam di sebuah wilayah. Seperti bangunan-bangunan masjid maupun makam wali di Maluku ini yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di tanah penghasil rempah-rempah terbesar ini.

Untuk itu, berikut empat wisata religi di Provinsi Maluku pilihan Akurat.co.

1. Masjid Wapauwe 

Berkunjung Yuk Beberapa Wisata Religi Bersejarah di Maluku, dari Makam Wali Hingga Masjid Berusia Ratusan Tahun - Foto 1

Masjid Wapauwe / Wikipedia

Wisata religi bersejarah pertama di Maluku adalah Masjid Wapauwe. Konon umur tempat ibadah ini mencapai tujuh abad. Hal tersebut yang membuat masjid ini menjadi yang tertua di Maluku.

Pada mulanya, masjid yang dibangun pada tahun 1414 ini bernama Masjid Wawane karena dibangun di Lereng Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu, keturunan Kesultanan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara). Pada tahun 1400, Perdana Jamilu datang ke tanah Hitu untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah pegunungan Wawane.

Hingga kini, Masjid Wapauwe masih berdiri dengan kokoh dan menjadi bukti sejarah perkembangan Islam di tanah Maluku.  

Lokasi: Laitetu, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku

2. Masjid Jami Ambon 

Berkunjung Yuk Beberapa Wisata Religi Bersejarah di Maluku, dari Makam Wali Hingga Masjid Berusia Ratusan Tahun - Foto 2

Masjid Jami Ambon / Antara

Masjid Agung Ambon didirikan pada tahun 1860 di atas tanah wakaf yang diberikan oleh seorang janda bernama Kharie. Masjid ini berada di Kelurahan Silale, yang lokasinya berada di dekat sungai dan menghadap ke tepi laut Maluku.

Dilansir dari Dunia Masjid, pada saat berakhirnya Pemerintahan Kolonial Belanda di Maluku, serdadu Kompeni bersiap menghadapi kedatangan tentara Jepang yang akan menggantikan posisi mereka di Indonesia, dengan cara membuka keran minyak yang berada di sebelah hulu Sungai Wai Batu Gajah sehingga permukaan sungai digenangi oleh minyak yang terbakar.

Akibatnya, Masjid Jami Ambon turut terbakar. Namun, umat Islam di Ambon segera membangun kembali masjid yang terbakar itu. Dengan tujuan untuk menunjukkan kepada penjajah Belanda bahwa umat Islam memiliki tekad yang kuat dalam mempertahankan masjid tersebut.

Sejarah masjid ini juga cukup panjang. Diketahui, masjid ini juga pernah mengalami kerusakan akibat diterjang ombak dan badai. Hingga kini, Masjid Jami Ambon menjadi salah satu tempat berkunjung wisatawan karena perannya yang bersejarah itu, terutama kaum Muslimin yang berkunjung ke Kota Ambon, pasti menyempatkan salat di masjid ini.

Lokasi: Kelurahan Honipopu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

3. Masjid Batu Merah 

Berkunjung Yuk Beberapa Wisata Religi Bersejarah di Maluku, dari Makam Wali Hingga Masjid Berusia Ratusan Tahun - Foto 3

Masjid Batu Merah / Republika

Masjid Batu Merah dibangun pada tahun 1575 oleh saudagar kaya bernama Ibrahim Safari Hatala. Saat pertama didirikan, masjid ini hanya sebuah bangunan ibadah yang memiliki atap rumbia bertiang kayu, dengan lantai pasir putih yang diambil dari tepi pantai Laut Maluku. 

Ketika pemerintahan beralih kepada Hasan Hatala yang juga merupakan saudagar kaya. Hasan Hatala lalu mendapat gelar Pati Raja Hatala. Kemudian di tahun1605, masjid yang hanya beratapkan rumbia ini dipugar dengan menjadikan bangunan masjid yang permanen dan merenovasi bagian atap masjid yang sudah diganti menjadi seng.

Lokasi: Desa Batu Merah, Kec. Sirimau, Ambon, Maluku.

4. Makam Habib Ahmad Bin Muhammad Bin Abdullah Bin Ahmad Bin Akil Al Idrus 

Berkunjung Yuk Beberapa Wisata Religi Bersejarah di Maluku, dari Makam Wali Hingga Masjid Berusia Ratusan Tahun - Foto 4

Makam Habib Ahmad Bin Muhammad Bin Abdullah Bin Ahmad Bin Akil Al Idrus / Infopublik

Dilansir dari Infopublik, Habib Ahmad Bin Muhammad Bin Abdullah Bin Ahmad Bin Akil Al Idrus, seorang tokoh penyebar Islam di Daratan Kepulauan Kei Besar.

Selain menjadi tempat ziarah favorit untuk wisata religi, kita juga dapat menikmati wisata sejarah di Ngafan Kecamatan Kei Besar Selatan Barat Kabupaten Maluku Tenggara.

Lokasi: Ngafan Kecamatan Kei Besar Selatan Barat.

Jadi tunggu apalagi? []