News

Berkas Perkara Tagop Sudarsono Soulisa Dinyatakan Lengkap

KPK menyatakan berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku sudah lengkap.


Berkas Perkara Tagop Sudarsono Soulisa Dinyatakan Lengkap
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa akan segera menjalani persidangan. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyatakan berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku sudah lengkap.

"Hari ini (25/5) Tim Penyidik telah melaksanakan Tahap II (penyerahan Tersangka dan barang bukti) untuk Tsk TSS dkk pada Tim Jaksa karena atas pemeriksaan seluruh isi berkas oleh Tim Jaksa kemudian dinyatakan lengkap," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (25/5/2022).

Ali menyampaikan selain berkas perkara Tagop yang telah dinyatakan lengkap, salah seorang kepercayaan Tagop yakni Johny Rynhard Kasman juga dinyatakan lengkap.

baca juga:

Ali mengungkapkan penahanan terhadap dua tersangka tersebut akan dilanjutkan oleh Tim Jaksa KPK selama 20 hari ke depan terhitung dari 25 Mei 2022 sampai dengan 13 Juni 2022.

Tim Jaksa, jelas Ali, akan segera menyusun  rencana dakwaan sebelum pelimpahan berkas perkara dengan batasan waktu 14 hari kerja. 

"Segera akan dilaksanakan dalam batas waktu 14 hari kerja," pungkasnya.

Tekait korupsi pengadaan barang dan jasa di Buru Selatan 2011-2016, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka yakni mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa, dan dua pihak swasta Johny Ryndard Kasman dan Ivana Kwelju.

Tagop diduga meminta sejumlah uang dalam bentuk fee dengan nilai 7 hingga 10 persen dari nilai kontrak pekerjaan. Khusus untuk proyek yang sumbernya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ditentukan besaran fee di antara 7 sampai dengan 10 persen ditambah 8 persen dari nilai kontrak pekerjaan.

Proyek-proyek tersebut di antaranya, pembangunan jalan dalam kota Namrole tahun 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp3,1 miliar; peningkatan jalan dalam kota Namrole (hotmix) dengan nilai proyek Rp14,2 miliar; peningkatan jalan ruas Wamsisi-Sp Namrole Modan Mohe (hotmix) dengan nilai proyek Rp14,2 miliar; dan peningkatan jalan ruas Waemulang-Biloro dengan nilai proyek Rp21,4 miliar.

Diduga nilai fee yang diterima Tagop sekitar sejumlah Rp10 miliar yang di antaranya diberikan oleh Ivana Kwelju karena dipilih untuk mengerjakan salah satu proyek pekerjaan yang anggarannya bersumber dari dana DAK Tahun 2015. []