News

Berkas Perkara Lengkap, Terbit Rencana Perangin Segera Disidang

Tim penyidik KPK menyatakan berkas perkara kasus dugaan suap kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat dinyatakan lengkap.


Berkas Perkara Lengkap, Terbit Rencana Perangin Segera Disidang
Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin ()

AKURAT.CO Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin akan segera menjalani persidangan. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas perkara kasus dugaan suap kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat dinyatakan lengkap.

"Hari ini (19/5) Tim Penyidik melaksanakan Tahap II (penyerahan Tersangka dan barang bukti) untuk tersangka TRP dkk pada Tim Jaksa karena selama proses pemberkasan perkara termasuk adanya beberapa petunjuk yang diberikan oleh Tim Jaksa telah dipenuhi oleh Tim Penyidik sehingga berkas perkara dinyatakan lengkap," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022).

Ali mengatakan tim jaksa akan segera menyusun rencana dakwaan sebelum pelimpahan berkas perkara dengan batasan waktu 14 hari kerja. Ali juga membeberkan penahanan Terbit Rencana akan dilanjutkan oleh tim jaksa untuk 20 hari kedepan terhitung sejak 19 Mei hingga 7 Juni 2022 di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

baca juga:

"Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor pada PN Pusat," jelas Ali.

Diketahui, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (TRP) beserta lima orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyampaikan, setelah pengumpulan berbagai informasi disertai bahan keterangan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi tersebut, KPK kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan sekitar tahun 2020 hingga saat ini, Terbit selaku Bupati Langkat Periode 2019-2024 bersama dengan Iskandar diduga melakukan pengaturan dalam pelaksanaan paket proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Langkat.

Dalam melakukan pengaturan itu, Terbit memerintahkan Sujarno selaku Plt Kadis PUPR Kabupaten Langkat dan Suhardi selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa untuk berkoordinasi aktif dengan Iskandar sebagai representasi Terbit terkait dengan pemilihan pihak rekanan mana saja yang akan ditunjuk sebagai pemenang paket pekerjaan proyek di Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan.

KPK menyebut agar bisa menjadi pemenang paket proyek pekerjaan, diduga ada permintaan persentase fee oleh Terbit melalui Iskandar dengan nilai persentase 15 persen dari nilai proyek untuk paket pekerjaan melalui tahapan lelang dan nilai persentase 16,5 persen dari nilai proyek untuk paket penunjukan langsung.

Selanjutnya, salah satu rekanan yang dipilih dan dimenangkan untuk mengerjakan proyek pada dua dinas tersebut adalah tersangka Muara dengan menggunakan beberapa bendera perusahaan dan total nilai paket proyek yang dikerjakan sebesar Rp4,3 miliar. []