News

Berkas Perkara Lengkap, Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti Cs Bakal Segera Disidang

Berkas Perkara Lengkap, Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti Cs Bakal Segera Disidang
Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara yang menjerat mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Berkas perkara tersebut terkait kasus dugaan suap pengurusan perizinan di Yogyakarta. 

Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri menuturkan berkas dilimpahkan ke JPU lantaran telah memenuhi adanya syarat formil dan juga materil dari kelengkapan berkas perkara.

"Telah dilaksanakan penyerahan Tersangka dan barang bukti pada (30/9) untuk Tersangka Haryadi Suyuti dkk dari Tim Penyidik pada Tim Jaksa karena isi berkas perkara memenuhi syarat formil dan materil dari kelengkapan berkas perkara," ucap Ali dalam keterangannya, Sabtu (1/10/2022).

baca juga:

Ali menjelaskan selain berkas perkara Haryadi, lembaga antirasuah juga turut melimpahakan berkas dua tersangka lainnya yakni Nurwidhihartana dan Triyanto Budi Yuwono. Ali juga menyampaikan selanjutnya penahanan terhadap ketiganya merupakan wewenang dari tim jaksa.

"Tim Jaksa kemudian melanjutkan masa penahanan masing-masing selama 20 hari kedepa sampai nanti tanggal 19 Oktober 2022," ungkapnya.

Harydai bakal melanjutkan penahanan di Rumah Tahanan KPK pada Gedung Merah Putih KPK, Nurwidhihartana ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, dan Triyanto bakal mendekam di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

Tim jaksa selanjutnya bakal merampungkan dakwaan Haryadi Cs setidakanya dalam kurun waktu 14 hari kerja. Setelah rampung, surat dakwaan bakal segera dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Dalam kasus tersebut, mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Nurwidhihartana (NWH); dan Sekretaris Pribadi merangkap ajudan Haryadi, Triyanto Budi Yuwono (TBY). Sedangkan, tersangka pemberi yakni Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SA), Oon Nusihono (ON).

Haryadi diduga menerima USD27.258 dari Oon melalui Nurwidhihartana dan Triyanto sebagai imbalan menerbitkan IMB Apartemen Royal Kedhaton yang berada di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fulus (uang) itu diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis, 2 Juni 2022.

KPK juga mengungkap Haryadi menerima minimal Rp50 juta dalam rangkaian proses penerbitan IMB Apartemen Royal Kedathon. Namun, KPK belum mengungkap total uang yang diterima Haryadi.

Haryadi, Nurwidhihartana, dan Triyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan, Oon disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.[]