News

Berkas Perkara Kasus Suap Restitusi Pajak Tol Solo-Kertosono Lengkap, Tersangka Bakal Segera Diadili

Berkas Perkara Kasus Suap Restitusi Pajak Tol Solo-Kertosono Lengkap, Tersangka Bakal Segera Diadili
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas perkara penerima suap kasus dugaan suap pengurusan restitusi pajak pada proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono telah lengkap. Abdul Rachman bakal segera diadili.

"Saat ini perkara dugaan korupsi suap pengurusan restitusi pajak pembangunan jalan Tol Solo Kertosono di Kantor Pajak Pratama Pare Jawa Timur dengan tersangka AR (Abdul Rachman) dkk berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap," ujar juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Adapun penyerahan tersangka beserta barang bukti telah dilakukan penyidik ke tim Jaksa KPK. Penyerahan tersebut dilakukan pada Jumat (2/12/2022).

baca juga:

Ali juga menjelaskan tim jaksa lembaga antikorupi kemudian bakal menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan berkas perkara  itu ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ntuk segera diadili, diperiksa dan diputuskan oleh Majelis Hakim.

"Para tersangka saat ini ditahan Rutan oleh tim Jaksa KPK sampai nanti tanggal 21 Desember 2022," tuturnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap pengurusan restitusi pajak pada proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono.

Penetapan tersangka tersebut setelah lembaga antirasuah mememukan kecukupan alat bukti dan menaikan ke tahap penyidikan. Adapun ketiga tersebut yakni tersangka pemberi Tri Atmoko; pihak penerima, Abdul Rachman dan Suheri.

Kasus tersebut berawal saat adanya kerja sama antara joint operation antara China Road and Bridge Corporation dengan PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). 

Ketiga perusahaan tersebut diketahui merupakan pelaksana pembangunan jalan tol Solo-Kertosono yang terdaftar sebagai wajib pajak di KPP Pare.