News

Berkas Korupsi PT Asabri Dilimpahkan Tahap Satu ke Jaksa Peneliti

Nantinya berkas tersebut akan diteliti lebih lanjut


Berkas Korupsi PT Asabri Dilimpahkan Tahap Satu ke Jaksa Peneliti
Tampak suasana Kantor Pusat PT ASABRI (Persero) di Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang, Jakarta Timur (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah mengatakan bahwa pihaknya akan segera melimpahkan berkas perkara tindak pidana korupsi PT Asabri yang menjerat 9 orang tersangka. 

Ia mengatakan, tim penyidik akan melakukan pelimpahan tahap satu ke jaksa penuntut umum (JPU) dalam waktu dekat.   

Febrie menargetkan, paling lama akhir April 2021 berkas tersebut sudah naik ke penuntutan.   

Lebih lanjut kata Febrie, pihaknya mempercepat proses pemberkasan kasus PT Asabri di sisa waktu yang masih berjalan berdasarkan KUHP.   

“Yang jelas sekarang penyidik sedang konsentrasi penyelesaian berkas. Kami sedang mengejar batas waktu tahap I akhir bulan ini,” kata Febrie, kepada wartawan di gedung bundar Kejagung, Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Sejalan dengan itu, Febrie menyebut, tim penyidik terus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mempercepat proses perhitungan kerugian negara yang ditimbulkan oleh kasus korupsi itu. 

Di mana, berdasarkan hasil perhitungan sementara penyidik, nilai kerugian negara yang ditimbulkan oleh PT Asabri mencapai Rp 23,7 triliun.

Febrie yakin, nilai kerugian negara yang ditaksir pihaknya tak akan jauh beda dari hasil yang dihitung tim auditor BPK.   

Sebab, pihaknya memiliki data yang kuat dalam melakukan perhitungan kerugian keuangan negara itu. Dan juga melakukan penyitaan aset milik para tersangka untuk mengembalikan kerugian keuangan negara.   

“Ini semua sedang kami jalankan. Kami proses semua. Nilainya mungkin meleset. Tapi tidak akan jauh karena berdasarkan alat bukti,” ucap Febrie. 

Kendati demikian, Febrie mengatakan, tak menutup kemungkinan jumlah tersangka perorangan dalam kasus ini akan bertambah. Bahkan, bisa saja, pihaknya menetapkan tersangka korporasi dalam kasus PT Asabri itu.

“Semua tidak ada menutup kemungkinan. Kami lihat mana yang menikmati uang PT Asabri, kami kejar itu,” tegas Febrie.

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan 9 orang sebagai tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro.

Lalu, Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Selain itu, penyidik juga menetapkan dua mantan Direktur Utama ASABRI sebagai tersangka. 

Keduanya adalah Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.

Kemudian, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar. Terakhir, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo. []

Bayu Primanda

https://akurat.co