News

Berkas Kebakaran Lapas Tangerang Naik Penyidikan, Pelaku Dijerat Pasal Kelalaian

Hasil penyelidikan menyimpulkan ada unsur pidana dalam kebakaran yang menyebabkan tewasnya 44 napi Lapas


Berkas Kebakaran Lapas Tangerang Naik Penyidikan, Pelaku Dijerat Pasal Kelalaian
Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus menyampaikan kerangan terkait penanganan kasus kebakaran Lapas Klas IA Tangerang di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021). (AKURAT.CO/Zendy Pradana)

AKURAT.CO, Berkas kasus kebakaran Lapas Kelas 1A Tangerang naik penyidikan. Polisi menyimpulkan ada tindak pidana dalam peristiwa yang menewaskan 22 narapidana itu.

"Tadi malam melakukan gelar perkara karena kemarin sudah saya sampaikan ada dugaan pidana di sini. Masih tahapan penyelidikan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021). 

Meski sudah penyidikan Yusri mengatakan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Ia menyinggung pelaku bisa dijerat dengan pasal kelalaian yang menyebabkan kematian.  

baca juga:

"Ada dugaan pidana pertama itu di 187 KUHP dan 188 juncto di 359 KUHP kelalaian, kealpaan kemungkinan," katanya.

Yusri menambahkan tim akan terus menghimpun keterangan dari pada saksi mulai dari petugas jaga, pendamping napi dan para napi yang selamat.

"Kami akan lakukan pemeriksaan dibagi menjadi 3 kluster, kluster pertama adalah petugas yang bertugas jaga pada saat itu pada malam hari itu, kemudian kluster kedua warga binaan yang ada di dalam blok C2 yang selamat, kemudian ada kluster ketiga adalah pendamping warga binaan," jelasnya.

Sebelumnya sudah 22 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi. Penyidik akan melakukan pemanggilan kembali terhadap sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara.

"Apakah sudah ada tersangka? Belum. Tapi sudah naik ke tingkat penyidikan. Kalau kemarin penyelidikan kami masih mengundang klarifikasi, sekarang sudah panggilan resmi," tambahnya.

Soal penyebab kebakaran Yusri menjelaskan sudah ada titik terang. Namun tim Puslabfor untuk dapat kepastian.

"Memang ada titik terang sedikit dari mana mula asal api tersebut, tetapi harus diuji melalui pengujian laboratoris. Mudah-mudahan secepatnya ini bisa ada hasilnya," demikian kata Yusri Yunus.[]