Tech

Berkaca dari Negara Lain, GrabWheels Harus Benahi Regulasi Skuter Listriknya


Berkaca dari Negara Lain, GrabWheels Harus Benahi Regulasi Skuter Listriknya
Pengguna akan diwajibkan menggunakan helm sebagai kelengkapan berkendara dengan GrabWheels (AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa)

AKURAT.CO, Skuter Listrik kini tengah digandrungi sebagai alternatif mobilitas baru bagi masyarakat, khususnya di Ibu Kota Jakarta. Terlebih, Pemprov DKI mendorong peralihan gaya hidup masyarakat ke moda transportasi umum dan non-emisi agar tercipta ekosistem transportasi ramah lingkungan.

Hal itu sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara melalui kehadiran alat mobilitas pribadi berbentuk skuter listrik. Namun, belakangan muncul masalah yang dipicu tewasnya dua pengendara skuter listrik GrabWheels akibat ditabrak oleh sebuah mobil Toyota Camry di sekitar Gate 3 Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (10/11/2019).

Grab sendiri menegaskan bahwa keamanan pengguna selalu menjadi prioritas utama. Sejak pertama kali skuter listrik GrabWheels hadir di Indonesia, Grab telah memberlakukan berbagai peraturan dan inisiatif keselamatan.

Di antaranya pertama, pengguna GrabWheels harus berusia minimal 18 tahun ke atas. Lalu, hanya satu orang yang diperbolehkan untuk mengendarai satu skuter listrik alias tidak diperbolehkan untuk berboncengan.

Grab juga mengatur limit kecepatan skuter listrik hingga 15km/jam. Selain itu, melengkapi skuter listrik dengan lampu yang secara otomatis menyala dan reflektor sehingga tetap terlihat ketika malam hari.

Kemudian, menghadirkan station managers di area parkir di seluruh Jakarta untuk mengedukasi pengguna dan patroli keamanan di jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menghindari penggunaan GrabWheels di JPO. Terakhir, menyediakan edukasi keamanan berkendara di lokasi parkir, melalui aplikasi serta media sosial.

Grab menegaskan sebenarnya sudah ada aturan penggunaan layanan GrabWheels di dalam aplikasi yang seharusnya dibaca dan dipahami para pelanggan.

"Jadi sebelum pelanggan menggunakan layanan, mereka harus membaca dan memahami aturan ini terlebih dahulu, termasuk penggunaan helm," ungkap CEO of GrabWheels TJ Tham, Rabu (12/11/2019).

Skuter Listrik di Negara Lain

Lantas, bagaimana dengan sistem keamanan skuter listrik di berbagai negara? Di Singapura, kecepatan maksimal skuter listrik di jalur sepeda adalah 25km per jam dan di trotoar 10km per jam.

Hal itu tertuang dalam aturan bernama Active Mobility Act (AMA) yang menjelaskan bahwa skuter listrik hanya boleh digunakan di dua tempat, yaitu cycling paths (jalur khusus pengendara sepeda dan skuter) dan footpaths (trotoar). Namun, sejak 5 November 2019 pengguna skuter listrik di Singapura tidak lagi diperbolehkan menggunakan trotoar menyusul maraknya kecelakaan yang terjadi antara pejalan kaki dan pengguna skuter listrik.

Di Jepang, skuter listrik yang mampu melaju lebih dari 9 km/jam akan diklasifikasikan sebagai kendaraan bermotor. Pengendara skuter tersebut lantas memerlukan lisensi, pendaftaran, lampu sein, dan kebutuhan lain layaknya sepeda motor.

Di Belanda, pengemudi skuter listrik harus berusia setidaknya 16 tahun dan semua skuter listrik harus diasuransikan dan dilengkapi dengan plat untuk membuktikannya. Skuter listrik harus dikendarai di jalur sepeda dan lajunya tidak lebih cepat dari 25 mph.

Di Prancis skuter listrik tidak boleh dipakai di trotoar sejak September 2019. Pengendara yang berjalan di sepanjang trotoar kini akan didenda 135 euro atau sekitar 150 dolar AS.

Pemerintah Kota Paris juga menetapkan denda 35 euro (Rp540 ribu) bagi mereka yang memarkirkan skuter di depan pintu masuk atau menghalangi trotoar. Namun skuter listrik masih legal untuk dikendarai di jalur sepeda.

Negara Inggris melarang penggunaan skuter listrik di trotoar dan jalan raya. Skuter listrik hanya bisa digunakan di lahan pribadi.

Negeri Ratu Elizabeth ini telah membuat satu peraturan yang bernama Highway Act, yaitu apabila seseorang di Inggris kedapatan menggunakan skuter di ranah publik maka akan didenda sebesar 300 poundsterling atau sebesar Rp5,4 juta.

Jerman baru saja mengesahkan skuter listrik di jalan umum asalkan pengendara berusia lebih dari 14 tahun, mengenakan helm, dan tidak melebihi 12,4 mph.

Grab Berbenah

Menyusul tewasnya dua pengendara GrabWheels pada Minggu (10/11/2019) lalu, Grab lantas segera melakukan pembenahan di berbagai aspek. Grab menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan program peningkatan mutu jalur sepeda bagi alat mobilitas pribadi (AMP).

Di antara yang termasuk dalam AMP sendiri yakni sepeda, skuter listrik, skateboards, roller skates, dan alat mobilitas sejenisnya. Sebagai tahap awal kerja sama, Grab dan Pemprov DKI akan meningkatkan mutu jalur sepeda bagi AMP sepanjang 6 Km di area Senayan dan Gelora Bung Karno mulai dari November 2019.

Kedua pihak juga akan bekerja sama untuk menghadirkan jalur sepeda baru bagi AMP di Jakarta berdasarkan data oleh kedua pihak. Selain itu, Grab baru saja meluncurkan standar keamanan tambahan untuk GrabWheels.

Program yang bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengguna skuter listrik itu terdiri atas better educate (mengedukasi), better equip (melengkapi), dan better enforce (menegakkan). Langkah konkret yang akan dilakukan di antaranya melakukan kampanye online dan offline untuk menyebarkan informasi penggunaan skuter listrik yang aman dan bertanggung jawab.

Head of Public Affairs of Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan pihaknya juga akan mempertegas tampilan aturan keamanan dan penggunaan melalui aplikasi bagi pengguna, sebelum mereka diperbolehkan membuka kunci skuter Iistrik GrabWheels.

Kemudian, Grab akan melakukan pembaruan teknologi yang akan menghentikan penggunaan skuter di beberapa area seperti car free day, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan lain-Iain. Salah satu contohnya adalah dengan membuat GrabWheels dapat berhenti dengan kecepatan yang berkurang ketika mendekati area JPO.

"Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati dan memperhatikan kondisi jalan ketika berkendara," tandas Tri di pelataran luar gedung FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

Pemprov DKI Jakarta juga sedang menyusun regulasi untuk penggunaan skuter listrik berupa Peraturan Gubernur (Pergub). Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo menuturkan beberapa poin yang akan diatur dalam Pergub diantaranya skuter listrik akan masuk dalam kategori alat angkut perorangan.

Kedua, Pergub akan mengatur soal alat keselamatan. Pengguna skuter listrik akan diwajibkan memakai helm dan alat pelindung tulang berupa deker. Ada pula pakaian yang malam hari digunakan untuk memberikan pantulan cahaya atau reflektor, termasuk pada alatnya sendiri.

Selanjutnya, Syafrin menyatakan bahwa Pergub juga akan mengatur batas kecepatan skuter listrik. Batas kecepatan maksimum yang disepakati sementara ini adalah 15 kilometer per jam.

Terkait batas usia, Syafrin mengatakan pengguna skuter listrik minimal harus berumur 17 tahun mengacu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.