News

Berkaca dari Kasus Akidi Tio, Politisi Golkar Ingatkan Pejabat untuk Berhati-hati

Mestinya Kapolda juga bisa meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)


Berkaca dari Kasus Akidi Tio, Politisi Golkar Ingatkan Pejabat untuk Berhati-hati
Proses penyerahan donasi Akidi Tio (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Berkaca dari kasus keluarga pengusaha mendiang Akidi Tio, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar Sari Yuliati, mengimbau kepada seluruh pejabat publik untuk lebih berhati-hati ke depannya.

"Kalau ada pihak yang mau menyumbang, harus jelas, sumbernya dari mana dan bagaimana sumbangan tersebut akan disampaikan," kata Sari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Menurut Sari, jumlah sumbangan dengan nilai yang amat fantastis seperti itu, mestinya Kapolda juga bisa meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak dana tersebut sebelum mengumumkannya ke publik.

Sari mengaku sangat menyayangkan Polda Sumsel karena langsung mengumumkan rencana sumbangan itu tanpa mengecek kebenarannya.

"Sikap kehati-hatian seperti itu seharusnya melekat pada institusi Polri yang terbiasa melakukan cek dan ricek, konfirmasi serta verifikasi dalam menangani suatu perkara," ujarnya.

Kini, belakangan ternyata uang tersebut tak juga cair. Setelah didesak, putri almarhum Akidi mengungkapkan, uang tersebut ada di sebuah bank di Singapura. Karena itu, Sari mengingatkan, kehati-hatian sangat diperlukan agar tidak muncul kegaduhan yang tidak perlu. Akibat kurangnya kehati-hatian tersebut, kini Kapolda malah yang menjad sorotan berbagai pihak.

“Apalagi, pihak penyumbang sudah meninggal tahun 2009. Dari fakta itu mestinya polisi bertanya, mengapa sumbangan baru disampaikan 11 tahun setelah pemilik uang meninggal?," tegasnya.

Seperti diketahui Meski uang donasi 2 triliun itu tak jelas adanya, Heriyanti telah menyerahkan tanda sumbangan secara simbolis kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri. Penyerahan dilakukan lewat seremonial di Gedung Promoter Polda Sumsel pada Senin, 26 Juli 2021.

Dalam acara itu hadir pula Gubenur Sumsel Herman Daru beserta tokoh masyarakat dan pemuka agama Sumsel. Bak pungguk merindukan bulan, donasi fantastis yang dinanti-nantikan tak kunjung nyata uangnya. Hingga akhirnya kedermawanan putri mendiang konglomerat asal Langsa, Aceh tersebut, berubah menjadi tersangka oleh polisi.

Pada Senin, 2 Agustus 2021, Heriyanti dijemput langsung oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro. Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel sekitar pukul 12.59 WIB mengenakan baju batik dan bawahan hitam dengan pengawalan sejumlah petugas.[]