Lifestyle

Berkaca dari Kalina-Vicky, Ini Cara Mengurus Anak setelah Perceraian

Berikut cara mengurus anak setelah percerai dari AKURAT.CO yang mungkin bisa kamu ikuti nanti.


Berkaca dari Kalina-Vicky, Ini Cara Mengurus Anak setelah Perceraian
Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo (Instagram/kalinaocktaranny)

AKURAT.CO, Kalina Oktarani mengetahui bahwa Vicky kerap mengajak liburan anaknya dengan mantan istri. Kalina menyayangkan hal itu karena Vicky tidak izin terlebih dahulu kepadanya.

“Aku nggak nyalahin sih, kalau misalnya dia pergi sama ibu dari anak-anaknya karena aku sama papa dari anak aku pernah jalan tapi kenapa sih nggak izin sama aku,” kata Kalina beberapa waktu lalu.

Terkadang mengurus anak setelah perceraian atau sesudah menikah lagi tidaklah mudah. Rasanya bercampur aduk antara masa lalu dan kebutuhan kasih sayang anak di masa depan.

Situasi tersebut mirip seperti yang dialami Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo ini. Vicky harus bertanggung jawab memenuhi kasih sayang anak dari ibu kandungnya, tetapi disisi lain, dia haru bisa menjaga perasaan istri barunya yaitu Kalina Oktarani.

Berkaca dari permasalahan tersebut, berikut cara mengurus anak setelah perceraian yang AKURAT.CO rangkumkan berikut ini.

Kesampingkan Masa Lalu

Perceraian bukan lah hal yang sederhana, karena pasti masih ada rasa sakit tertinggal akibat yang dilakukan mantan pasangan. Kamu dan pasangan harus mengesampingkan apa yang telah terjadi di masa lalu.

Merawat anak bersama mantan setelah bercerai bukan tentang kepentingan kamu tetapi tentang bagaimana memenuhi kebutuhan psikis anak. Pasalnya, masa depan anak tidak boleh terpengaruh oleh perpisahan yang sudah terjadi.

Jangan Jelekkan Mantan Pasanganmu

Kamu mungkin pernah merasa mantan pasanganmu bukan pasangan yang baik dan boleh saja mengeluhkan hal tersebut kepada teman, keluarga atau psikiatermu. Namun, jangan menjelekkan mantan pasanganmu di depan anak.

Jangan pula melibatkan anak ke dalam masalah yang kamu miliki dengan mantan. Misalnya membanding-bandingkan diri kamu dengan mantan pasangan dihadapan anak atau meminta anak memilih antara kedua orangtuanya.

Apa yang kamu tanamkan ke anak mengenai pasanganmu akan membekas diingatannya. Ini akan menentukan bagaimana anak akan bersikap dengan pasangan batau calon pasangannya nanti.

Jaga Komunikasi

Tips lain untuk keberhasilan merawat anak bersama setelah bercerai adalah menjaga komunikasi dengan mantan pasangan. Kamu tidak harus menghubunginya setiap hari atau setiap saat.

Namun, kamu bisa menjaga agar setiap komunikasi yang terjalin berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah baru antara kamu dengan pasangan. Caranya pastikan bahwa inti dari setiap obrolan dan diskusi yang terjadi antara kamu dengan mantan pasangan terfokus pada anak.

Jika kamu memang berpisah tidak dengan cara yang baik, cobalah sebisa mungkin untuk menahan perasaan atau amarah yang kamu miliki saat berkomunikasi.

Apabila kamu mempunyai pasangan baru, beri tahu apa saja yang kamu komunikasikan dengan mantan pasangan ke pasangan baru. Ini bertujuan agar tak terjadi kesalahpahaman dan pasangamu juga merasa ikut andil dalam kehidupan anakmu.

Tetapkan Peraturan

Apabila salah satu dari kamu dan mantan pasangan sudah mempunyai pasangan baru maka buat peraturan. Kamu dan anakmu tidak bisa sembarangan pergi bersama-sama dengan mantan pasangan.

Jika kamu punya pasangan baru, harus ada waktu yang kamu sempatkan antara anak kamu dan pasangan baru kamu agar hubungan mereka terjalin lebih erat. Caranya, kamu tetapkan aturan yang harus di patuhi antara kamu dan pasangan kamu seperti mantan pasangan hanya bisa bertemu 3 kali dalam sebulan dengan anakmu.

Ajak Pasangan Baru dan Mantan Pasangan

Terkadang apa yang kita lakukan dengan mantan pasangan bersama anak bisa menjadi salah paham antara kamu dan pasangan baru kamu. Kamu bisa ajak pasangnmu, mantan pasangan dan anak-anak dalam suatu kegiatan bersama. Misalnya makan malam bersama di restoran favorit sang anak.

Hal ini sekaligus memberikan contoh bahwa perpisahan tak selalu berakhir buruk. Selain itu, mengajarkan bahwa tak apa-apa kamu punya dua ayah atau dua ibu, mereka semua menyayangi sang anak.

Belikan Buku Cara Hadapi Perceraian Orangtua

Banyak beredar buku tentang cara menghadapi perceraian orangtua yang memang ditujukan untuk anak-anak. Namun, kamu harus memastikan bahwa buku tersebut sesuai dengan usai anak. Dengan demikian pikiran anak-anak jlebih terbuka dan tahu bagaimana menghadapi perceraian orangtua mereka serta melanjutkan hidup mereka tanpa terpengaruh dengan kondisi hubungan orangtuanya.

Tak lupa, damping anak saat membaca buku ini lalu berikanlah pertanyaan kecil, agar tau bagaimana pandangan anak setelah membaca buku itu.

Azhar Ilyas

https://akurat.co