News

Berjalan hingga 500 Km, Kawanan Gajah yang Sempat Menggemparkan Jalanan China Terekam Tengah Istirahat

Gajah-gajah liar itu merebahkan diri setelah perjalanan mereka dihambat oleh hujan lebat


Berjalan hingga 500 Km, Kawanan Gajah yang Sempat Menggemparkan Jalanan China Terekam Tengah Istirahat
Pihak berwenang mengatakan kawanan itu mungkin sedang menuju rumah mereka di Cagar Alam Mengyangzi di Xishuangbanna, Yunnan (CHINA CENTRAL TELEVISION (CCTV) via BBC)

AKURAT.CO, Kawanan gajah liar Asia yang sempat menggemparkan penduduk perkotaan China terekam tengah tidur siang di hutan. 

Seperti diwartakan BBC hingga The Guardian, kawanan itu terlihat tengah beristirahat di dekat sebuah desa di kotapraja Xiyang. Diketahui, gajah-gajah liar itu merebahkan diri setelah perjalanan mereka dihambat oleh hujan lebat. 

Hewan-hewan itu tercatat telah melakukan perjalanan keliling China selama sekitar 15 bulan, berjalan hingga sejauh 500 km dari habitat aslinya. Oleh para ilmuwan, perjalanan kawanan itu dinilai yang terjauh yang pernah dilakukan oleh gajah dari habitatnya.

Dalam perjalanan migrasi super jauh itulah, gajah-gajah itu dipantau secara ketat oleh pihak berwenang China. Baik saat mereka tengah berkeliaran di ladang-ladang, desa, hingga kota. Pihak berwenang juga gencar mengumpulkan sumber daya yang luar biasa untuk menjauhkan kawanan tersebut dari pemukiman. Upaya itu termasuk mengerahkan sekitar 14 drone, 374 kendaraan, hingga 500 personel untuk khusus menjaga kawanan gajah tersebut.

Kemudian di Yunnan, pemadam kebakaran hutan yang terdiri dari delapan tim diminta untuk melacak kawanan tersebut selama 24 jam saban harinya. Pemantauan ini dilakukan dari segala arah, termasuk darat maupun udara dengan menggunaan drone. 

Dalam salah satu gambar drone terbaru itulah, kawanan gajah tadi terekam tengah berbaring. Dalam sebuah foto dan rekaman itu, beberapa gajah terlihat tidur pulas di semak-semak. Sementara, seekor bayi gajah tampak polah dengan memanjat di atas gajah yang lebih besar. 

Namun, pada Selasa (8/6) paginya, gajah-gajah itu dilaporkan mulai bergerak lagi, dan karenanya memicu putaran baru pemantauan dari pihak berwenang. 

Otoritas satwa liar sedang berjuang untuk memahami mengapa kawanan yang mulanya terdiri dari 16 gajah itu memutuskan  untuk 'hijrah' pada tahun lalu. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa pergerakan gajah itu disebabkan oleh pemimpin kawanan yang tidak berpengalaman, dan akhirnya menyesatkan gajah lainnya. Sementara yang lain memiliki analsisi bahwa kawanan tersebut tengah mencari habitat baru.

Diketahui, bulan November lalu, mereka tiba di Pu'er di Yunnan, di mana seekor gajah betina melahirkan seorang bayi, dan menetap di tempat itu selama lima bulan sebelum mulai berjalan lagi pada 16 April. Seminggu kemudian, dua gajah meninggalkan kelompok, dan akhirnya hanya menyisakan 15 ekor gajah, termasuk tiga anak gajah. Ke-15 gajah ini lalu melanjutkan pengembaraan mereka ke utara. 

Sebelumnya, upaya untuk membalikkan kawanan tersebut ke tempat asal gagal. Namun, kini, kawanan tersebut tampaknya telah kembali ke jalur yang benar, menuju barat daya Yunnan, dan berbalik pulang ke Cagar Alam Mengyangzi di Xishuangbanna. Meskipun pada Senin (7/6) lalu, salah satu gajah jantan sempat terlacak tengah menjauh dari kawanan hingga sejauh 4 km ke timur laut.

Perjalanan kawanan gajah dari habitatnya itu pertama kali terdeteksi pada Maret 2020 lalu. Sejak itu, media sosial China dipenuhi dengan rekaman gajah-gajah tersebut. Meskipun, kehadiran gajah-gajah yang masuk pemukiman dikatakan merugikan.

Hewan-hewan itu setidaknya telah memakan tanaman pertanian bernilai jutaan dolar, merusak bangunan, hingga menyodok belalai mereka melalui pintu dan jendela rumah warga. Aksi itu pun ikut dilakukan saat mereka berkunjung di kota Kunming, di mana jutaan orang tinggal. 

Oleh media pemerintah, gajah-gajah itu dikatakan telah menyebabkan kerugiaan dengan nilai mencapai setidaknya 6,8 juta yuan (Rp15,1 miliar). 

Gajah Asia adalah spesies yang terancam punah. China hanya memiliki sekitar 300 gajah liar, terutama di selatan provinsi Yunnan.[]