Ekonomi

Berinvestasi di P2P Lending Menguntungkan Loh, Ga Percaya?

Lalu, apa saja keuntungan yang ditawarkan oleh P2P Lending?


Berinvestasi di P2P Lending Menguntungkan Loh, Ga Percaya?
Ilustrasi Financial Technology (Fintech) (AKURAT.CO)

AKURAT.CO  Peer to peer (P2P) Lending merupakan layanan jasa keuangan yang membantu mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Dimana aktivitas ini dilakukan melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.

P2P Lending merupakan salah satu alternatif investasi yang saat ini tengah tumbuh pesat di Indonesia.

Kehadirannya yang sempat dipandang sebelah mata itu kini malah digandrungi oleh generasi muda yang mayoritas sudah melek digital dan literasi keuangan. Salah satu penyebabnya adalah sejumlah keuntungan yang ditawarkan oleh tiap P2P Lending.

Lalu, apa saja keuntungan yang ditawarkan oleh P2P Lending?

1. Modal Rendah

Alasan utama orang-orang tidak mau melakukan investasi karena membutuhkan modal yang besar. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin banyak dana yang diinvestasikan maka keuntungan yang didapat semakin banyak.

Di sinilah P2P Lending hadir sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Di P2P Lending, investor bisa menginvestasikan dananya mulai dari ratusan ribu rupiah saja, tak heran ia digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

2. Keuntungan Tinggi

Dengan modal yang rendah, P2P Lending menawarkan keuntungan yang menarik. Ada P2P yang menawarkan keuntungan hingga 17 persen per tahun bahkan juga ada yang lebih dari 20 persen per tahunnya. Amartha sendiri sebagai salah satu P2P Lending menawarkan keuntungan sampai 15 persen flat per tahun. Cukup menarik bukan?

3. Diawasi OJK

Di awal kehadirannya, P2P Lending sempat dikhawatirkan karena ada banyak oknum yang merugikan dengan melakukan penipuan. Bahkan ada juga oknum yang melakukan kasus penipuan mengatasnamakan perusahaan investasi dan memberikan iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal.

Untuk itu, sebelum melakukan investasi ada baiknya perlu di cek apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.

4. Bisa memilih peminjam

Karena dipertemukan melalui sebuah platform, investor dapat memilih sendiri peminjam atau mitra mana saja yang ingin di danai. Pihak P2P Lending akan menyediakan profil atau data terkait mengenai peminjam. Selanjutnya hanya perlu mempelajari profil peminjam agar tidak mengalami kerugian.

5. Membantu permodalan UMKM

Selain memberikan keuntungan kepada investor, P2P Lending memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan tambahan modal usaha.

Semakin besar investor mengalokasikan dananya ke P2P Lending maka semakin banyak juga UMKM yang akan terbantu. Jadi selain mendapatkan keuntungan dari segi bunga investasi, setiap investor secara tidak langsung memiliki peran dalam membangun perekonomian negara.

Nah itulah beberapa keuntungan dari investasi online P2P Lending yang perlu diketahui.

6. Tenor yang pendek

Kelebihan investasi P2P Lending selanjutnya adalah tenor yang pendek. Artinya, investasi yang satu ini cocok menjadi alternatif investasi jangka pendek. Maka, tidak heran jika P2P Lending termasuk jenis investasi jangka pendek yang cukup memberbikan cuan dalam jangka pendek.

7. Diversifikasi investasi

Dalam berinvestasi sebaiknya tidak meletakkan seluruh telur pada satu keranjang untuk menghindari risiko kerugian yang besar. Layanan P2P lending memungkinkan lender untuk melakukan diversifikasi investasi dengan menyalurkan dananya pada jenis pinjaman yang berbeda.

8. Proses pinjam-meminjam dilakukan secara transparan

Layanan P2P lending dilakukan secara online dan transparan serta terikat kontrak. Sebab itu, lender akan mengetahui secara jelas dan pasti dimana uangnya diinvestasikan dan untuk tujuan apa.

9. Nilai investasi awal rendah

Umumnya investasi seperti saham, properti, dan lain-lain membutuhkan dana yang besar. Berbeda dengan P2P lending, nilai investasi awal tergolong rendah dalam arti mudah dijangkau. Umumnya nilai investasi awal berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung masing-masing platform karena setiap perusahaan fintech\ memiliki aturan dan kebijakan tersendiri.

Tertarik investasi yuk dicoba ya! []