Ekonomi

Berikut ini 5 Fakta Menarik Soal Pasar Loak

Untuk itu berikut ini sejumlah fakta penting tentang Thrift Shop atau jual beli baju bekas.


Berikut ini 5 Fakta Menarik Soal Pasar Loak
Penjual menunggu calon pembeli di pasar loak Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (12/1/2019). Pasar loak Kebayoran Lama tetap eksis kendati menjamurnya situs jual beli online. Barang yang dijual pun berbagai macam jenis, seperti barang elektronik hingga aksesoris. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Thrifting atau berbelanja pakaian bekas kini menjadi salah satu hal yang cukup dibicarakan banyak orang. 

Ada yang menggap kehadiran thrift shop atau pasar loak lebih ramah lingkungan dan hemat dikantong. Namun sebagaian menggap pasar loak mengambil keuntungan berlebih dari baju bekas pakai hingga isu kesehatan.

Dibalik perdebatannya faktanya pasar loak selalu berkemaban di negara manapaun. Untuk itu berikut ini sejumlah fakta penting tentang Thrift Shop atau jual beli baju bekas.

1. Disebabkan oleh revolusi industri

Kultur Thrifting dimulai ketika revolusi industri pada abad ke-19 meletus. Ketika itu, pakaian diproduksi secara massal dan dijual dengan harga yang murah sehingga membuat masyarakat menjadi sangat konsumtif.

 Ketika itu, masyarakat memandang pakaian sebagai barang sekali pakai dan membuat pakaian bekas pun menumpuk di mana-mana.

2. Thrift Store untuk donasi

Karena jumlah pakaian terus menumpuk, sebuah NGO atau LSM bernama Salvation Army memilih untuk mengumpulkan pakaian bekas tersebut pada satu tempat, yang dinamakan Salvage Brigade, dan kemudian membagikannya kepada masyarakat yang kurang mampu. 

Sejak didirikannya pada tahun 1897, thrift store Salvage Brigade terus berkembang dan sangat membantu masyarakat yang tidak mampu membeli pakaian.