Ekonomi

Berikut Bocoran Isi 14 Paragraf Hasil Pertemuan FMCBG G20 di Bali

Berikut Bocoran Isi 14 Paragraf Hasil Pertemuan FMCBG G20 di Bali
Delegasi negara G20 mengikuti rapat pertemuan kedua di Nusa Dua Bali, Sabtu (16/7/2022). (Antara Foto)

AKURAT.CO, Pertemuan ketiga Minister Finance and Central Bank Governor (FCMBG) di rangkaian G20 Indonesia, Nusa Dua Bali telah sepakat pada beberapa hal walaupun tidak menghasilkan pernyataan bersama ataupun hasil dari komunike.

Dikutip dalam keterangan resminya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa terdapat banyak kesepakatan yang didapat dari pertemuan selama dua hari tersebut. Dari 14 paragraf yang kesepakatan terdapat 2 paragraf yang berbeda pandagan dari anggota negara G20.

“Ada 14 paragraf hasil pertemuan dari dua hari ini. Kebanyakan didukung banyak negara, hanya dua paragraf yang memiliki perbedaan dan merefleksikan tidak bisa rekonsiliasi,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Nusa Dua Bali, Sabtu (16/7/2022).

baca juga:

Sri Mulyani menyampaikan bila masing-masing negara dalam forum G20 mempunyai pandangan dan langkahnya masing-masing dalam menyelesaikan masalah, sehingga belum bisa di rekonsiliasi.

"Kita sepakat bahwa pertemuan G20 ini di bawah presidensi G20 Indonesia 2022 penuh tantangan dan sulit karena ketegangan geopolitik," ujarnya dalam konferensi pers di Nusa Dua Bali, Minggu (17/7/2022).

Lalu apa saja 14 paragraf tersebut? Berdasarkan keterangan resmi yang didapat oleh Akurat.co, 14 paragraf tersebut? Berikut jabarannya!

Bagian I merupakan bagian yang tidak seluruh negara sepakat dan belum mencapai rekonsiliasi, sedangkan Bagian II merupakan bagian yang seluruh anggota sepakat.

Bagian I

1. Banyak anggota setuju bahwa pemulihan ekonomi global telah melambat dan menghadapi kemunduran besar sebagai akibat dari perang Rusia melawan Ukraina, yang dikecam keras, dan menyerukan diakhirinya perang. Salah satu anggota menyatakan pandangan bahwa sanksi tersebut menambah tantangan yang ada. Anggota mencatat bahwa tantangan yang ada telah diperburuk, termasuk ketidaksesuaian pasokan-permintaan, gangguan pasokan, dan peningkatan harga komoditas dan energi, yang telah menambah tekanan inflasi yang meningkat dan berkontribusi pada peningkatan risiko kerawanan pangan. Banyak anggota mencatat pentingnya tindakan lanjutan terhadap perubahan iklim, serta mengatasi kerentanan utang. Beberapa anggota menyambut baik Catatan Presidensi G20 tentang Penetapan Kebijakan untuk Strategi Keluar untuk Mendukung Pemulihan dan Mengatasi Efek Bekas Luka untuk Mengamankan Pertumbuhan di Masa Depan.