Rahmah

Berikan 5.000 Beasiswa Pesantren, Ketua BAZNAS RI Titip Pesan Ini untuk Para Santri

Ketua BAZNAS RI Prof Noor berharap kepada para santri yang menerima beasiswa agar mendapatkan manfaat dan lebih semangat dalam menuntut ilmu agama.


Berikan 5.000 Beasiswa Pesantren, Ketua BAZNAS RI Titip Pesan Ini untuk Para Santri
Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad dalam program Pembinaan Beasiswa Santri yang diselenggarakan secara daring melalui channel YouTube BAZNAS TV, Jumat (28/1/2022). ()

AKURAT.CO Sebanyak 5.000 santri dari 341 Pondok Pesantren di Indonesia mendapatkan program pembinaan Beasiswa Santri dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). 

Kegiatan yang mengusung tema 'Santri Mendunia, Indonesia Jaya' ini turut menghadirkan Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad, Pimpinan BAZNAS RI Drs KH Achmad Sudrajat Lc MA dan Kepala Beasiswa BAZNAS RI Sri Nurhidayah.

Dalam kesempatan ini, Ketua BAZNAS RI Prof Noor berharap kepada para santri yang menerima beasiswa agar mendapatkan manfaat dan lebih semangat dalam menuntut ilmu agama. Sebab menurutnya, santri merupakan kelompok yang nantinya akan memimpin bangsa Indonesia.

baca juga:

"Kalau 5.000 santri ini menjadi pemimpin, maka Insya Allah Indonesia ini akan menjadi negara paling tidak kenal dengan santri. Artinya dengan demikian, Indonesia akan tetap menjadi negara yang terus mengembangkan nasionalisme tetapi religius. Itu yang kita harapkan dari para santri ," ujar Prof Noor dalam program Pembinaan Beasiswa Santri yang diselenggarakan secara daring melalui channel YouTube BAZNAS TV, Jumat (28/1/2022).

Lebih lanjut lagi, Prof Noor menjelaskan bahwa santri tidak hanya menguasai disiplin ilmu agama. Lebih dari itu, kata Prof Noor, santri harus menguasai beberapa ilmu pengetahuan umum.

"Kita tahu bahwa santri kebanyakan mempelajari ilmu agama meskipun ada yang mempelajari ilmu-ilmu umum seperti IT," tutur Prof Noor.

Karena menurut Prof Noor, pada tahun 2035 mendatang, terdapat 17,5 juta pekerjaan yang harus diisi oleh generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang digital.

"Ke depan memang seperti yang sudah kita baca, kalau kita lihat dari aspek pekerjaan, nanti tahun 2035 ada 17,5 juta pekerjaan ataupun pasar kerja yang harus diisi oleh mereka-mereka yang menguasai IT, yang menguasai digital," terang Prof Noor.

"Artinya banyak santri yang dia tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi justru dia banyak yang berprestasi di bidang-bidang lain," imbuh Prof Noor.

Meskipun begitu, Prof Noor juga berharap kepada para santri untuk terus menuntut ilmu agama setinggi-tingginya. Sebab, santri adalah generasi penuntut ilmu agama yang  secara sanad keilmuan harus tersambung dengan Rasulullah SAW.

"Kita mempelajari kitab-kitab apapun, hendaknya sampai kepada Rasulullah SAW. Sehingga sanad ini menjadi sangat penting sekali," tandasnya. []