Ekonomi

Berhenti Normalisasi Lembur, Warganet: Itu Hanya Sebuah Pekerjaan, Bukan Hidupmu!

Berhenti Normalisasi Lembur, Warganet: Itu Hanya Sebuah Pekerjaan, Bukan Hidupmu!
Ilustrasi kerja sambil duduk (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Beberapa jam terakhir, cuitan akun Twitter @tanganbelang_id menjadi topik hangat pembicaraan warganet. Pasalnya, cuitan tersebut dinilai memiliki pesan positif dan sangat bermanfaat terutama bagi pekerja yang menggeluti bidang advertising.

Unggahan berupa utas dari @tanganbelang_id tersebut tidak hanya memberikan pesan kepada warganet tetapi dirinya juga menekankan bahwa cuitan tersebut merupakan pengingat bagi dirinya sendiri.

baca juga:

“Teman-teman, jika kamu membaca ini, saya ingin kamu berhenti sejenak dari apapun yang sedang kamu lakukan saat ini dan baca dengan sangat hati-hati apa yang yang akan saya bagikan. Sebuah panggilan. Sebuah pengingat yang ramah,” tulis @tanganbelan_id.

Utas tersebut terdiri dari beberapa hasil tangkapan layar yang berisi berbagai tulisan tersebut. Di salah satu tangkapan layar tersebut, @tanganbelang_id mengunggah tangkapan akun LinkedIn/Nikhil Narayanan.

“Saya kehilangan seorang mantan rekan kerja pagi hari ini tadi karena gagal jantung. Dia masih terlalu muda,” tulis akun LinkedIn Nikhil Narayanan.

Akun itu menceritakan bahwa orang tersebut adalah teman baiknya. Tetapi, kesalahpahaman, waktu, dan pekerjaannya membuat keduanya berjauhan.

“Terakhir yang saya dengar, dari seorang temanku yang juga temannya, bahwa mantan rekan kerja tersebut berada di bawah tekanan yang sangat luar biasa dari pekerjaannya. Dia bekerja di bidang advertising,” lanjut akun LinkedIn Nikhil Narayanan.

Dalam unggahan tersebut, Nikhil juga menjelaskan bahwa di dunia advertising, lembur adalah hal yang biasa. Bahkan, pekerja yang pulang sebelum 16 jam kerja dalam satu hari sering kali dicemooh.

“Permasalahannya adalah advertising atau periklanan tidaklah sepenting yang dibayangkan oleh banyak orang,” lanjut Nikhil Nayaranan.