News

Berhasil Berwisata ke Luar Angkasa, Ini 7 Fakta Mengejutkan Biliuner Richard Branson

Ia seorang pengidap disleksia


Berhasil Berwisata ke Luar Angkasa, Ini 7 Fakta Mengejutkan Biliuner Richard Branson
Richard Branson (nbcnews.com)

AKURAT.CO, Salah satu biliuner dunia, Richard Branson berhasil melakukan perjalanan wisata ke tempat di mana sejumlah miliarder lainnya belum pernah mengunjunginya. Pengusaha asal Inggris tersebut berhasil mengunjungi luar angkasa dengan menggunakan pesawat VSS Unity yang dikembangkan oleh perusahaannya Virgin Galactic pada hari Minggu (11/7) lalu. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta mengejutkan dari biliuner Richard Branson. 

1. Seorang pengidap disleksia

Di awal kehidupannya, Branson diketahui harus melewatinya dengan perjuangan yang sangat berat. Dirinya memang berasal dari keluarga yang mampu namun Branson mengidap disleksia yang membuatnya memiliki rekam pendidikan yang kurang baik. Ia sangat sulit untuk fokus dalam membaca dan menulis. Namun kini, banyak orang tidak tahu bahwa Branson dulunya pernah mengalami disleksia. 

2. Tidak menyelesaikan SMA

Banyak orang yang mengira bahwa Branson adalah seorang drop out perguruan tinggi. Namun ternyata, dirinya tidak melanjutkan sekolah sejak usia 16 tahun atau ketika menjalani sekolah menengah. Setelah sempat menempuh pendidikan di sejumlah sekolah mulai dari di Srrey hingga Sussex, akhirnya ia memutuskan untuk keluar. Uniknya, kedua orang tuanya selalu memberikan dukungan kepada anak sulungnya tersebut. 

3. Ia pernah tinggal menggelandang

Setelah memilih untuk pindah dari rumah kedua orang tuanya, Branson meneruskan mimpinya dengan cara hidup menggelandang. Pada tahun 1967 hingga 1968, pria kelahiran 18 Juli 1950 ini memilih untuk hidup di sebuah lantai bawah tanah dari sebuah rumah di London, Inggris. Ia pun hidup di sana bersama 20 orang lainnya. Dari situlah, Branson berhasil memulai sebuah bisnis yang menjadi cikal bakal dinastinya. 

4. Jual pohon natal hingga kaya dari majalah

Setelah sejumlah usaha bisnis mulai dari menjual pohon natal hingga burung budgerigar (parkit Australia), Branson memilih untuk mulai mengembangkan sebuah majalah bernama Student pada tahun 1966. Namun, majalah tersebut baru rilis pada Januari 1968. Setahun setelahnya, di mana ia bisa keluar dari rumah tersebut, Branson telah memiliki kekayaan mencapai GBP 50 ribu. Melalui penjualan iklan, majalan tersebu terus berkembang hingga akhirnya dirinya juga menjual sejumlah kaset musik pada tahun 1970. 

5. Dirikan label rekaman yang jadi landasan perkembangan Virgin Group

Ternyata, penjualan kaset musik tersebut terus mendapatkan sambutan positif terutama dari para penggemarnya. Hingga akhirnya, Branson mendirikan sebuah toko kaset di Oxford Street, London pada tahun 1971. Namun, masalah sempat datang ketika ia harus membayar denda pajak yang mencapai GBR 70 ribu. Pada taun 1972, Branson akhirnya mendirikan sebuah studio rekaman hingga label rekaman bernama Virgin Records bersama rekannya, Nik Powell. Nama virgin yang berarti perawan diambil dari pernyataan seorang rekannya bahwa keduanya masih perawan dalam dunia bisnis. 

6. Memilih untuk tidak menduduki jabatan direktur

Kini, Virgin Group telah berkembang begitu pesar hingga memiliki lebih dari 400 perusahaan di berbagai bidang mulai dari kesehatan hingga pakaian. Uniknya, Branson memilih untuk tidak menduduki jabatan apa pun di dewan direksi sejumlah perusahaan yang dimilikinya tersebut. Ia memilih untuk mempercayakan perusahaannya kepada berbagai ahli di bidangnya. Branson memilih untuk menjadi seorang kreator dan visiuner. Maka tak heran kini perusahaannya bisa berkembang dengan begitu pesat. 

7. Berhasil berwisata ke luar angkasa

Richard Branson sukses melakukan wisata ke luar angkasa di mana biliuner lainnya belum pernah melakukannya. Penerbangan yang dilakukan dengan menggunakan pesawat ganda tersebut digelar di pangkalan Spaceport America di New Mexico, AS, menggunakan pesawat luar angkasa VSS Unity pada hari Mingu (11/7). Pesawat tersebut dikendalikan oleh dua pilot, Dave Mackay dan Michael Masucci. Sedangkan penumpangnya adalah Branson dan tiga pegawai Virgin Galactic, Beth Moses (Kepala Instruktur Astronaut), Colin Bennett (Ilmuwan Operasi Utama), dan Sirisha Bandla (Wakil Presiden Operasi Penelitian).

Setelah berhasil terlepas dari kapal induk pada ketinggian 13 kilometer, pesawat ulang alik Richard Branson berhasil menjelajahi luar angkasa selama beberapa menit hingga akhirnya berhasil kembali mendarat di Bumi sekitar satu jam setelah melakukan penerbangan. []