Olahraga

Berharap Sejarah Angkat Besi Olimpiade tak Berhenti setelah Eko Yuli

Selain Eko Yuli Irawan, Indonesia kini punya lifter muda, yakni Windy Cantika Aisah (19 tahun), dan Rahmat Erwin Abdullah (20 tahun).


Berharap Sejarah Angkat Besi Olimpiade tak Berhenti setelah Eko Yuli
Eko Yuli Irawan ketika sedang berlaga di Olimpiade Tokyo 202/0. (NOC)

AKURAT.CO, Bulutangkis boleh jadi adalah andalan Indonesia untuk mendulang emas di ajang olimpiade. Tetapi, kini angkat besi menjadi cabang olahraga pertama yang bisa menempatkan satu nama yang meraih medali di empat partisipasi terakhir pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Adalah lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, yang mencatatkan diri sebagai atlet pertama Indonesia yang meraih empat medali di empat olimpiade mulai dari Beijing 2008 sampai Olimpiade Tokyo 2020. Terakhir, Eko meraih perak di nomor 61 kilogram putra di Tokyo 2020 setelah perak di Rio 2016 dan perunggu di Bejing 2008 dan London 2012.

Eko sendiri tahun ini sudah berusia 32 tahun dan belum secara resmi menyatakan pensiun. Namun, ia sadar bahwa regenerasi mesti dilanjutkan untuk meneruskan benchmark yang sudah dia ciptakan untuk cabang angkat besi Indonesia di ajang olimpiade.

“Jika dilihat umur memang sulit, tetapi jika ada kesempatan, kenapa tidak? Tapi yang paling penting itu sekarang adalah bagaimana menyiapkan lifter-lifter muda penerus saya. Itu yang menjadi tantangan,” kata Eko usai berlaga di Tokyo International Forum di Tokyo, Jepang, Minggu (25/7), sebagaimana dipetik dari Antara.

Di Olimpiade Tokyo, Indonesia sebenarnya sudah menempatkan satu atlet junior berusia 20 tahun yang diharapkan bisa menjadi pengganti Eko Yuli melalui Rahmat Erwin Abdullah. Lifter kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 10 Oktober 2000 ini akan menjalani debutnya di Tokyo 2020 untuk kelas 73 kilogram.

Di nomor putri ada Windy Cantika Aisah yang sudah mencatatkan medali pertamanya untuk Indonesia dengan meraih perunggu kelas 49 kilogram. Atlet asal Jawa Barat ini punya masa depan yang panjang karena baru berusia 19 tahun.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, berharap Eko tetap berada di cabang olahraganya untuk mendidik lifter generasi baru. Dalam skema desain besar (grand design) olahraga nasional yang akan dijalankan dengan pembangunan pemusatan latihan di Cibubur, Jakarta, angkat besi termasuk cabang olahraga unggulan.

“Jadi semangat (dengan fasilitas pemusatan latihan), (Eko Yuli) sambil membimbing yang junior-junior,” ucap Zainudin.

Sejak Olimpiade Sidney 2000, cabang angkat besi tidak pernah absen menyumbangkan medali untuk Indonesia. Total ada 14 medali dengan tujuh perak dan tujuh perunggu.[]