Olahraga

Berharap Banyak Penonton, Prancis Terbuka Mundur Sepekan

Turnamen yang biasa disebut dengan sebutan Roland Garros tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei–13 Juni dengan babak kualifikasi sepekan sebelumnya.


Berharap Banyak Penonton, Prancis Terbuka Mundur Sepekan
Indonesia tak pernah lagi mengirim petenis ke Prancis Terbuka setelah Angelique Widjaja dan Wynne Prakusya pada edisi 2002. (REUTERS/Vincent Kessler)

AKURAT.CO, Prancis Terbuka 2021 ditunda sepekan dari jadwal semula untuk mendapatkan izin dihadiri lebih banyak penonton. Turnamen yang biasa disebut dengan sebutan Roland Garros tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei–13 Juni dengan babak kualifikasi sepekan sebelumnya.

Presiden Federasi Tenis Prancis, Gilles Moretton, mengaku keputusan ini diambil setelah melakukan pembicaraan dengan otoritas setempat, rekanan dan lembaga penyiar, serta organisasi petensi profesional ATP dan WTA.

“Ini akan memberikan waktu yang lebih untuk meningkatkan situasi kesehatan dan harus bisa mengoptimalkan peluang kami untuk menyambut para penonton di Roland Garros ke stadion baru kami yang kini memiliki luas lebih dari 30 hektar,” kata Moretton sebagaimana dipetik dari BBC.

“Untuk para penggemar, para pemain dan atmosfer, kehadiran penonton sangat vital untuk turnamen kami, perhelatan olahraga internasional musim semi terpenting.”

Penundaan ini juga berdampak pada kalender ATP dan WTA. Terutama untuk turnamen lapangan rumput seperti Wimbledon yang biasanya dilakukan pada musim panas selepas Prancis Terbuka di London, Inggris.

“Keputusan untuk memindahkan Roland Garros jelas akan menciptakan efek pukul untuk sesi lapangan rumput di musim panas. Kami saat ini mencari implikasi untuk perhelatan kami dan apakah kami perlu melakukan perubahan di kalender kami,” kata Federasi Tenis Inggris.

Roland Garros adalah turnamen grand slam kedua dari empat grand slam yang dijadwalkan dalam setahun. Turnamen ini dimainkan di atas lapangan dengan permukaan tanah liat pada Mei-Juni setelah Australia Terbuka sebagai grand slam pertama pada akhir Januari-Februari.

Tahun lalu, Prancis Terbuka harus memundurkan jadwal mereka sebanyak dua kali karena pandemi virus corona (COVID-19). Dari jadwal semula pada 24 Mei–7 Juni digeser ke 20 September–4 Oktober sampai akhirnya ditetapkan jadwal final pada 27 September–11 Oktober.

Juara tahun lalu adalah Rafael Nadal untuk nomor tunggal putra dan Iga Swiatek untuk tunggal putri. Nadal meraih gelar ke-13 sebagai petenis dengan rekor gelar terbanyak di Prancis Terbuka sementara Iga Swiatek merebut gelar grand slam pertamanya dalam usia 19 tahun sekaligus grand slam pertama untuk negaranya, Polandia.[]