Olahraga

Berhadiah Rp1,1 Miliar, PBSI Kembali Gelar Kejurnas Setelah Vakum 2 Tahun

Berhadiah Rp1,1 Miliar, PBSI Kembali Gelar Kejurnas Setelah Vakum 2 Tahun
Konferensi pers Kejuaraan Nasional PBSI 2022 di Pelatnas Cipayung, Jakarta pada Kamis (1/12). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akhirnya kembali menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2022. Ini menjadi gelaran perdana setelah vakum selama dua tahun.

Kejurnas PBSI 2022 rencananya akan dilangsungkan di Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pada 12 hingga 17 Desember 2022. Ada dua kategori yang akan dipertandingkan, yakni beregu campuran dewasa dan individual taruna U-19.

"Area Pelatnas dipilih sebagai tempat Kejurnas agar para pemain muda yang akan bertanding dapat merasakan atmosfer kawah candradimuka prestasi bulutangkis Indonesia," kata Armand dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Kamis (1/12).

baca juga:

Selain Kejurnas, PBSI juga akan menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PP PBSI pada 15-17 Desember 2022. "Kedua ini event ini sesuai dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBSI 2022," tambah dia.

Nantinya, PBSI akan memberikan hadiah menggiurkan total senilai Rp1,1 miliar bagi para pemain/klub yang menjadi juara, dengan rincian Rp800 juta untuk kategori beregu campuran dewasa dan Rp300 juta untuk individual taruna U-19.

"Untuk hadiah sendiri kejurnas, total 1,1 miliar. Rinciannya beregu dewasa Rp800 juta; juara Rp400 juta, runner-up Rp200 juta, dan semifinalis Rp100 juta. Perseorangan total hadiah 300 juta. Ini hadiah terbesar dalam sejarah Kejurnas PBSI di Indonesia," terang Armand.

"Kejurnas PBSI digelar setelah dua tahun vakum. Kami sangat berharap hadirnya ajang ini dapat muncul bibit baru untuk penerus kejayaan prestasi bulutangkis Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Turnamen dan Perwasitan PP PBSI, Mimi Irawan, mengatakan ada sebanyak 628 atlet yang akan berpartisipasi. 

Mereka terdiri dari 238 atlet yang berasal dari 21 klub di Tanah Air yang akan bersaing menjad yang terbaik di kategori beregu campuran dewasa antar klub. Sementara sebanyak 390 atlet dari 26 provinsi siap berlaga di kategori perseorangan taruna yang mempertandingkan lima nomor.

"Dari 34 pengprov ada delapan pengprov yang belum siap. Jadi kami memaklumi. Karena sebetulnya mereka mau main di sini," kata Mimi.

"Melihat jumlah pesertanya, baik di beregu dewasa antar klub maupun di perseorangan taruna, kita melihat betapa besar animo dan antusias para pemain dari berbagai daerah untuk mengikuti kejurnas ini. Ini tentu sangat menggembirakan dan layak diapresiasi."

Perihal pemain, Mimi menjelaskab bahwa tidak boleh ada pemain yang bermain rangkap di dua kategori. Artinya, pemain yang tampli membela klub di kategori beregu campuran dewasa, tidak bisa bertanding di kelompok perseorangan junior. Kejurnas PBSI 2022 ini juga tidak akan diikuti oleh atlet atau para pemain penghuni Pelatnas PBSI 2022.

Kasubid Pengembangan Prestasi DaerahPP PBSI, Ricky Soebagja megatakan, Kejurnas PBSI 2022 bisa menjadi ajang untuk melihat bagaimana peta perkembangan dan kemajuan pembinaan prestasi bulutangkis di Tanah Air.

"Dari kejurnas ini akan terlihat bagaimana peta pembinaan da prestasi bulutangkisdi Indonesia. Apakah masi didominasi provinsi-provinsi di Pulau Jawa atau sudahmulai muncul provinsi-provinsi lain yang mampu melahirkan bibit pemain potensial," ucap Ricky.

Begitu pula menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky. Ia menyebut bahwa Kejurnas 2022 akan menjadi ajang penjaringan bibit pemain untuk direkrut meniadi penghuni Pelatnas Cipayung.

"Sebagai bagian dari program kerja Binpres di tahun 2022 ke tahun 2023 maka Kejurnas ini sangat penting dilaksanakan. Untuk menjaring bibit-bibit pemain untuk menghuni Pelatnas Cipayung tahun 2023," Kata Rionny.

Kami memang sedang mempercepat proses regenerasi yang sempat terhambat karena pandemi Covid-19. Salah satunya dengan melihat aksi-aksi atlet muda potensial di Kejurnas.[]