Olahraga

Beregu Putra Panahan Indonesia Kandas di Babak 8 Besar

Kekalahan Riau Ega Agatha Salsabila dan tim atas Inggris menyisakan Indonesia peluang medali di nomor tunggal cabang panahan Olimpiade Tokyo 2020.


Beregu Putra Panahan Indonesia Kandas di Babak 8 Besar
Pemanah Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila, bermain di nomor recurve beregu putra bersama Alek Edwar, Okka Bagus Subekti Asian Games Jakarta-Palembang 2018. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Langkah tim panahan beregu putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 terhenti di babak delapan besar. Tiga pemanah Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Dwi Pangestu, dan Alviyanto Prastyadi kalah telak dari trio asal Inggris dengan skor 6-0.

Bertanding di Yumenoshima Park di Tokyo, Jepang, Senin (26/7), trio Indonesia kalah di tiga set beruntun atas Inggris Raya yang diwakili Tom Hall, James Woodgate, dan Patrick Huston. Skornya adalah 55-51, 53-52, dan 55-51 untuk keunggulan Inggris Raya.

Kekalahan ini merupakan kegagalan kedua Indonesia meraih medali di cabang panahan setelah sebelumnya duet ganda campuran Riau Ega dan Diananda Choirunisa juga terhenti di babak gugur. Adapun Riau/Diananda kalah dari wakil Turki meski sempat menyingkirkan pemanah ranking satu dunia asal Amerika Serikat.

Kini, harapan medali di cabang panahan berharap pada nomor perorangan. Di kategori ini, Indonesia masih memiliki tiga pemanah putra yang diwakili oleh Riau, Arif, dan Alviyanto serta Diananda di nomor perorangan putri.

Nomor perorangan akan dimulai pada Selasa (27/7) dengan babak 64 besar sebagai putaran pertama. Riau Ega akan menghadapi lawan asal Australia, David Barnes, Alviyanto Prastyadi bersiap juga melawan wakil Australia, Taylor Worth, sementara Arif Dwi Pangesti menghadapi lawan asal Jerman, Florian Kahllund.

Sementara itu, Diananda akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di kategori putri akan bertanding menghadapi pemanah asal Denmark, Maja Buskberg Jager.

Cabang panahan sebenarnya berharap menyumbang medali di Olimpiade Tokyo dari kategori beregu. Namun, target tersebut dipastikan gagal tercapai menyusul tersingkirnya beregu campuran dan beregu putra.

Panahan juga punya sejarah bagi Indonesia di ajang olimpiade. Pada edisi Olimpiade Seoul 1988, Indonesia meraih perak melalui beregu putri sebagai medali pertama Indonesia di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Indonesia sejauh ini mengumpulkan satu perak dan satu perunggu di Olimpiade Tokyo. Medali perak diperoleh melalui Eko Yuli Irawan di cabang angkat besi 61 kilogram putra sementara perunggu melalui Windy Cantika Aisah juga di angkat besi 49 kilogram putri.[]