News

Beredar Kabar Pemudik Seberangi Selat Madura, Gubernur Jawa Timur: Hoaks!

Foto tersebut bukanlah pemudik melainkan sejumlah prajurit marinir yang sedang berenang menyeberangi Selat Madura pada tahun 2016 silam.


Beredar Kabar Pemudik Seberangi Selat Madura, Gubernur Jawa Timur: Hoaks!
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kabar pemudik menyeberangi Selat Madura adalah hoaks belaka.  (instagram/khofifah.ip)

AKURAT.CO, Unggahan dari sebuah akun Facebook bernama Jujun Damacai sempat menghebohkan warganet. Pasalnya, dalam unggahan tersebut terlihat sejumlah orang yang sedang berenang di bawah jembatan Suramadu karena tidak adanya akses mudik jalur darat. 

"Di karnakan jembatan dengan tujuan surabaya madura (SURAMADU) ditutup. Terpaksa PEMUDIK menggunakan jalur laut. Nabeng aman ekoh,” tulis akun Facebook Jujun Damacai. 

Namun ternyata, setelah dilakukan penelusuran, foto tersebut bukanlah pemudik melainkan sejumlah prajurit marinir yang sedang berenang menyeberangi Selat Madura pada tahun 2016 silam. 

Fakta tersebut juga diperkuat dengan adanya unggahan media sosial Instagram dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menegaskan bahwa kabar pemudik menyeberangi laut adalah hoaks belaka. 

Potret sejumlah orang tersebut adalah para prajurit TNI AL yang melintasi Selat Madura dalam rangka memperingati HUT ke-15 Pasukan Marinir-1 TNI AL tahun 2016 lalu. 

Dalam momen tersebut, lebih dari 2 ribu prajurit terlibat dan berhasil memecahkan rekor MURI seberangi Selat Madura tepatnya pada tanggal 28 April 2016 lalu. Dimulai dari bawah jembatan Suramadu sisi Surabaya yaitu di sekitar Tambak Wedi, prajurit tersebut berhasil sampai di Desa Labang, Kecamatan Labang, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. 

“Jembatan Suramadu untuk sementara disekat selama masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya mobilitas masyarakat saat larangan mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H, di tengah pandemi Covid-19,” tulis Khofifah dalam unggahannya yang juga memperlihatkan potret sejumlah prajurit tersebut.

Penyekatan tersebut dilakukan di dua arah jembatan Suramadu baik dari arah Surabaya maupun dari arah Madura. Di titik penyekatan tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan kepada pengendara yang akan melalui jembatan. 

Jika tidak ada kepentingan mendesak mulai dari kegiatan dinas, kepentingan pekerjaan, hingga keperluan distribusi sembako dan logistik, maka pengendara akan langsung diminta putar balik. 

Unggahan Khofifah yang menegaskan bahwa kabar pemudik menyeberang melewati Selat Madura adalah hoaks tersebut mendapatkan sejumlah respons dari warganet. 

“Gak kebayang kalau yg berenang mau mudik.. pasti belum nyampek tengah sudah hilang,” balas akun Instagram @cak_rosi07.

“Kadang hoax mudah tersebar karena minimnya budaya literasi di negara ini,” balas akun @lailatuzzuhro__.

“Netizen nyebarin hoax nya ga pake logika,” balas akun @mardhaaw. 

Diimbau kepada masyarakat Surabaya dan Indonesia untuk dapat menahan diri agar tidak mudik demi terus melawan penyebaran COVID-19.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co