News

Berdarahnya Hubungan AS dan China usai Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan

Istilah terbaru 'Delapan Penangguhan' menjadi ringkasan tahap akhir hancurnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdarahnya Hubungan AS dan China usai Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan
China pada Jumat (5/8) mengakhiri kerja sama bilateral tentang narkoba, iklim, dialog militer, dan kejahatan dengan AS setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan. (REUTERS)

AKURAT.CO, Otoritas China menyukai istilah serba angka, misalnya 'Tiga Perwakilan' yang menguraikan tanggung jawab Partai Komunis China dan 'Lima Keyakinan' yang mengkodifikasi sosialisme dengan karakteristik China. Istilah terbaru 'Delapan Penangguhan' pun menjadi ringkasan tahap akhir hancurnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Negeri Tirai Bambu.

Dilansir dari The Business Standard, Beijing pada Jumat (5/8) mengakhiri kerja sama bilateral tentang narkoba, iklim, dialog militer, dan kejahatan setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan, sebuah pulau dengan pemerintah independen yang diklaim kedaulatannya oleh China. Dalam waktu dekat, hanya sedikit yang akan berubah lantaran kolaborasi yang sebenarnya di bidang-bidang tersebut sangat minimal.

Sebagian negosiator AS mungkin merasa lega. Selama akhir pekan, angkatan laut China mengubah Selat Taiwan menjadi tempat uji coba rudal yang sangat besar. Namun, ini lebih disukai daripada blokade atau invasi skala penuh.

baca juga:

Beijing juga telah melarang sebagian besar ekspor Taiwan, yang mana sebagian besarnya adalah makanan. Namun, sejauh ini, negara tersebut telah menahan diri dari pembalasan ekonomi yang lebih serius, seperti menggalang nasionalisme melawan produk dan perusahaan AS, taktik yang pernah digunakan untuk melawan merek Jepang dan Korea Selatan selama perselisihan diplomatik di masa lalu.

Pada saat ekonomi lemah saat ini, regulator China patut waspada terhadap kekhawatiran mitra keuangan terbesar negara itu, paling tidak karena pemisahan ekonomi menjadi tujuan khusus para elang China di Washington. Berdasarkan data resmi, saham investasi langsung AS di China mencapai USD 124 miliar pada 2020. Warga AS juga memegang hampir USD 1,2 triliun sekuritas China pada akhir tahun 2020, menurut perkiraan Rhodium Group.

Namun, bukan berarti perusahaan seperti Starbucks atau Ford akan dibiarkan sepenuhnya sendirian. Birokrasi di bawah Presiden Xi Jinping memiliki tuas lain untuk ditarik guna menaikkan biaya bisnis bagi perusahaan-perusahaan AS sampai ke margin. Taktik ini termasuk biasa, tetapi mengganggu di tingkat akar rumput, seperti kesulitan mendapatkan visa kerja, 'dirampok' bea cukai, kunjungan dari inspektur kualitas, kekalahan di pengadilan lokal, bahkan penahanan eksekutif.

Selain itu, China tak pernah memenuhi komitmen kesepakatan perdagangannya untuk membeli lebih banyak barang AS, bahkan lebih kecil peluangnya untuk mencoba mengurangi perdagangan yang tak seimbang sekarang. Penurunan hubungan komersial mungkin lambat, tetapi diyakini akan permanen. []