News

Berburu Petasan dan Terompet di Pasar Pagi Esemka


Berburu Petasan dan Terompet di Pasar Pagi Esemka
Pembeli saat memilih kembang api yang dijajakan oleh para pedagang di Pasar Pagi Asemka, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (12/6). Para pedagang musiman kembang api ini menjajakan kembang api dengan berbagai variasi harga dan bentuk, mulai dari petasan banting seharga sepuluh ribu hingga kembang api besar seharga ratusan ribu rupiah. Jelang hari raya Idul Fitri penjual kembang api mengalami penurunan pendapatan, hal ini disebabkan karena warga masyarakat lebih memilih membeli kebutuhan sekolah anak- (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Jelang perayaan malam Natal dan Tahun Baru, pedagang Pasar Pagi, Asemka, Tambora, Jakarta Barat mulai disesaki masyarakat dari berbagai daerah. Sebab, masyarakat yang hadir memburu terompet dan juga petasan.

Putra (28) Warga Tangerang Selatan mengaku dirinya datang ke Pasar Pagi untuk membeli petasan. Nantinya petasan yang dibeli akan dijual kembali kepada warga sekitar rumahnya.

"Setiap tahun saya dagang beginian buat nambah-nambah pemasukan saya," ujar dia kepada AKURAT.CO Jumat (20/12/2019).

Namun demikian ia tidak merinci secara detail berapa ia membeli petasan itu kepada pedagang Pasar Pagi Asemka. Sebab, nantinya jika diberitahu maka warga sekitar rumahnya akan memilih beli di sana.

"Pokoknya kalau ini habis semua saya bisa mendapatkan uang itu sekitar Rp7 sampai Rp8 juta. Modal itu sekitar Rp3 sampai Rp4 jutaan," ucap dia.

Meski begitu, ia mengaku tidak pernah ada petasan yang meledak di rumahnya. Ia juga mengaku kerjaan sampingan ini hanya dilakukan hari tertentu saja seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.[]