Tech

Berbuat Baik Harus Tunggu Apa? Yuk Simak Cerita Supir Ojek Online Ini


Berbuat Baik Harus Tunggu Apa? Yuk Simak Cerita Supir Ojek Online Ini
Tiga driver Gojek bercerita tentang kegiatan sosial yang mereka buat sendiri (AKURAT.CO/Afifah)

AKURAT.CO, Seperti yang diketahui, Go-Jek kerap membuat program untuk para driver-nya. Misalnya saja beberapa waktu jelang lebaran, perusahaan transportasi tersebut membagikan parsel sebagai bentuk apresiasi kepada mitra driver Go-Jek.

Namun kali ini, para driver tanpa melibatkan perusahaan membagikan kisah inspiratif selama bekerja di Go-Jek. Bertempat di pelataran area Go-FOOD Festival Gelora Bung Karno pada Jum’at (29/6), ada tiga orang driver yang menceritakan kegiatannya. Diawali dengan kisah Endang Irawan yang mendirikan pondok pesantren tahfiz Qur’an di wilayah Ciomas. Pria yang justru lebih akrab dengan panggilan Bang Soplo ini tergerak mendirikan pesantren dengan adiknya. Hal ini karena melihat ilmu agama sudah kian terkikis.

Awal pertama membangun pesantren, Bang Soplo hanya memiliki lima santri yang belajar di rumah kontrakan yang ia sulap menjadi tempat menimba ilmu.

Ia mengaku bahwa dirinya memang tidak hebat dalam hal agama, tapi ia mempunyai adik yang disekolahkan di pesantren sehingga dengan bekal itulah adiknya dapat mengajari santri-santrinya.

Berbuat Baik Harus Tunggu Apa Yuk Simak Cerita Supir Ojek Online Ini - Foto 1
Bang Soplo. AKURAT.CO/Afifah

Bang Soplo sendiri bertugas untuk membiayai kebutuhan dari santri-santrinya karena pesantrennya memang lebih dikhususkan bagi yatim-piatu dari kalangan yang tidak mampu. Selama menjadi supir ojek online, Bang Soplo menyisihkan sebagian penghasilannya, bahkan terkadang ada juga dari penumpang yang memberikan sebagian rejekinya untuk pesantren yang dibuat.

Saat ini pesanatren yang diberinama Nurul Iman sudah mempunyai kurang lebih 100 santri, meskipun ia sendiri mengaku bahwa dirinya masih tinggal di rumah kontrakan.

Selain belajar ilmu agama, para santri juga dibekali ilmu bela diri, dan sesekali memberikan mereka motivasi agar mempunyai kehidupan yang lebih baik darinya. Baru-baru ini bang Soplo juga diundang khusus sebagai tamu Presiden Jokowi dalam acara BAZNAS pada bulan Ramadhan.

Selain Bang Soplo, kisah kedua diceritakan oleh seorang pria paruh baya yang biasa dipanggil Babeh Adi. Ia tergerak membuat GO PAY, tapi di sini bukan isi saldo di aplikasi Go-Jek. GO PAY sendiri singkatan dari GO-Jek Peduli Anak Yatim yang bermarkas di Kemayoran.

Babeh Adi mengajak seluruh komunitas Gojek Peduli Sesama (GPS) yang berada di Jabodetabek untuk mendonasikan upah sekitar 10 ribu rupiah dari penghasilan ojeknya sebagai bentuk peduli dan mempererat hubungan antar mitra driver gojek.

Ini sudah memasuki tahun ketiga yang setiap bulannya GO PAY berhasil memberikan 160 anak yatim di setiap bulannya setiap minggu ke dua.

Berbuat Baik Harus Tunggu Apa Yuk Simak Cerita Supir Ojek Online Ini - Foto 1
Babeh Adi. AKURAT.CO/Afifah

“Setiap driver menyisihkan Rp10ribu dari penghasilannya, tapi mereka lebih sering memberikan dengan nominal yang lebih,” ujar babeh Adi.

Kini program terbarunya adalah memberdayakan anak yatim-piatu dengan keterampilan yang ia punya. Baru ada satu yang berhasil diberdayakan dengan memberikan mesin jahit, sehingga anak tersebut dapat membuat baju atau lainnya yang dapat menghasilkan uang.

Setelah Bang Soplo dan Babeh Adi, cerita lainnya yaitu tentang Gerakan Bersih Ranjau Paku (GBRP) yang diinisiasi oleh Deni Pamungkas. Melihat banyak para mitra driver yang menjadi korban ranjau paku, Deni mengajak teman sesama driver Go-Jek untuk membersihkan paku yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Deni yang sudah tiga tahun menjadi driver berhasil membesihkan paku di 30 titik rawan penyebaran paku. Namun, ia mengaku bahwa ada dua titik yang menjadi titik paling sering disebar paku, yaitu di MT Haryono dan Jalan Gatot Subroto.

“Penyebaran biasanya dimulai pukul 2 siang dan waktu orang pulang kerja, makanya kami selalu berkoordinasi dengan pengamanan setempat kayak Kapolsek untuk menyisir jalan-jalan yang banyak pakunya. Soalnya ada beberapa titik yang memang banyak banget disebar dan tempatnya emang rawan kriminalitas,” kata Deni.

Berbuat Baik Harus Tunggu Apa Yuk Simak Cerita Supir Ojek Online Ini - Foto 3
Deni Pamungkas. AKURAT.CO/Afifah

Deni memilih untuk melakukan kegiatan sosial ini karena melihat risiko bahaya yang tinggi jika terjadi pada pengemudi, khususnya Go-Jek yang membawa penumpang, dan hal ini juga dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Saat ini ada 80 anggota dan 15 anggota yang aktif memantau tempat yang rawan. Operasi pembersihan berhasil mengumpulkan 1 kilogram-an yang rata-rata adalah paku berjenis payung dan paku baru dalam sekali penyisiran.

Ketiga driver tersebut membuktikan bahwa berbuat baik bukan didasari oleh kemampuan financial, melainkan kesadaran dan niat.