Lifestyle

Berbahaya! Jangan Bertengkar Di Depan Anak

Bertengkar di depan anak juga dapat menimbulkan beragam dampak negatif yang berbahaya lainnya pada anak, antara lain


Berbahaya! Jangan Bertengkar Di Depan Anak
Ilustrasi keluarga (Unsplash/neONBRAND)

AKURAT.CO Berbeda pendapat hingga beertengkar adalah hal yang biasa terjadi dalam hubungan suami-istri. Namun, pasangan suami-istri bertengkar di depan anak bukanlah pilihan yang bijak.

Tahukah Ayah dan Bunda bahwa kalian merupakan panutan bagi Si Kecil? Jika Ayah dan Bunda sering bertengkar di depan si Kecil, dia mungkin akan mencontoh Ayah dan Bunda yang berkomunikasi dengan cara bertengkar atau bahkan tidak lagi mengganggap Ayah dan Bunda sebagai panutan yang mereka banggakan.

Selain itu, anak-anak bergantung kepada orang tua untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman. Jika si Kecil sering melihat orang tuanya bertengkar, anak-anak bisa merasa tidak nyaman dan takut hingg baerujung trauma. Inilah mengapa bertengkar di depan si Kecil berbahaya.

Dilansir dari laman Verywell Family, bertengkar di depan anak juga dapat menimbulkan beragam dampak negatif yang berbahaya lainnya pada anak, yaitu:

Membuat anak stres

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pertengkaran orang tua yang disaksikan oleh anak, bisa menyebabkan peningkatan produksi hormon kortisol sebagai hormon stres anak.

Bahkan bayi bisa terkena efeknya. Sebab saat tertidur, bayi bisa merekam suara-suara keras dan teriakan di sekelilingnya. Selain mengganggu tidurnya, suara-suara yang keras ini bisa mengganggu perkembangan otaknya. Membuat anak cemas dan berisiko mengalami depresi

Melihat kedua orang tua sering bertengkar bisa membuat anak lebih mudah cemas, bahkan depresi. Hal ini berkaitan dengan pikiran negatif yang berkembang di dalam pikiran anak dan kekhawatirannya kalau pertengkaran ini berujung pada perceraian kedua orang tuanya.

Ketakutan anak terhadap perpisahan orang tua sangat berasalan. Saat orang tua bercerai, anak biasanya akan ikut salah satu orang tua, dan ini bisa membuatnya kehilangan sosok ibu atau ayah.