Ekonomi

Kenali Berbagai Jenis Reksa Dana Sebelum Berinvestasi

Kenali Berbagai Jenis Reksa Dana Sebelum Berinvestasi
Ilustrasi - Investasi (Pixabay/stevepb)

AKURAT.CO Pengertian reksa dana menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Terdapat tiga hal yang terkait definisi tersebut yaitu, pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Produk investasi reksa dana berbentuk kumpulan dana yang dikelola sebagai modal investasi untuk diubah menjadi berbagai jenis produk. Bermacam jenis produk tersebut juga dikenal sebagai jenis reksa dana, di antaranya meliputi saham, obligasi, serta produk keuangan dan investasi lainnya. Reksa dana adalah produk yang cocok bagi pemula dalam dunia investasi maupun bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu luang. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, reksa dana dikelola oleh pihak profesional yang berpengalaman yang disebut dengan Manajer Investasi (MI). 

baca juga:

Dalam berinvestasi, tentu kita ingin mendapatkan keuntungan yang optimal seperti yang telah direncanakan. Karena terdapat bermacam-macam jenis reksa dana, alangkah baiknya untuk mengenali jenis reksa dana terlebih dahulu. Berikut merupakan jenis produk reksa dana.

1. Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang merupakan sebuah investasi yang dilakukan dalam bentuk instrumen investasi pasar uang. Jenis reksa dana ini memiliki kebijakan investasi 100% pada instrumen pasar uang atau surat berharga. Jangka waktu yang dimiliki jenis reksa dana ini yaitu kurang dari 1 tahun. Reksa dana pasar uang dinilai mempunyai risiko terkecil. Hal ini dikarenakan untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal investasi. Upah hasil jenis reksa dana ini juga relatif lebih kecil.

2. Reksa dana pendapatan tetap

Jenis reksa dana berikutnya yaitu reksa dana pendapatan tetap. Reksa Dana ini sebagian besar investasinya dialokasikan untuk ditempatkan pada efek yang memberikan pendapatan tetap seperti surat utang atau obligasi. Reksa dana pendapatan tetap memiliki kebijakan investasi minimal 80%. Reksa dana ini memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang. Walaupun demikian, reksa dana pendapatan tetap, menjadi salah satu jenis reksa dana yang cukup dikenal di kalangan investor. Jenis reksa dana ini cocok untuk pemenuhan tujuan keuangan dengan jangka waktu 1-3 tahun. Reksa dana pendapatan tetap bertujuan untuk menghasilkan tingkat imbal balik yang stabil.

3. Reksa dana campuran

Jenis reksa dana campuran merupakan sebuah investasi reksa dana yang mengalokasikan dana investor ke dalam bentuk gabungan instrumen investasi saham dan obligasi pada portofolio investasinya. Hal ini dilakukan untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Jenis reksa dana ini memiliki kebijakan investasi maksimal 79% pada instrumen pasar uang, obligasi, dan saham. 

Reksa dana campuran cocok untuk pemenuhan tujuan keuangan dengan jangka waktu antara 3-5 tahun  atau investor dengan profil moderat. Potensi tingkat return jenis reksa dana ini terbilang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap.

4. Reksa dana saham

Reksa dana saham memiliki kebijakan investasi sedikitnya 80% pada instrumen 1 saham. Jenis reksa dana ini memiliki risiko yang paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Kendati demikian, investasi reksa dana saham memiliki tingkat pengembalian yang paling tinggi.