News

Berawal dari Jilbab, Kerusuhan Demonstrasi Mahsa Amini Iran Merembet ke London dan Paris

Berawal dari Jilbab, Kerusuhan Demonstrasi Mahsa Amini Iran Merembet ke London dan Paris
Para demonstran ikut turun ke jalan di Paris sebagai bentuk solidaritas terhadap aksi protes massa di Iran. (AFP)

AKURAT.CO Demonstrasi untuk memprotes kematian Mahsa Amini di Iran telah merembet ke luar negeri, termasuk di London, Inggris, dan Paris, Prancis. Massa bahkan terlibat bentrokan dengan polisi saat mereka berusaha mendatangi kedutaan besar Iran.

Dilansir dari AFP, para demonstran di Paris berkumpul pada Sabtu (24/9) dan Minggu (25/9) untuk mengekspresikan kemarahan mereka atas kematian Mahsa Amini setelah ditangkap polisi moral Iran karena jilbabnya 'kurang pantas'. Mereka juga ingin menunjukkan solidaritas terhadap aksi protes massa yang meletus di Iran.

Demonstrasi dimulai dengan damai di Trocadero Square, pusat ibu kota Prancis. Sejumlah pengunjuk rasa meneriakkan 'Matilah Republik Islam' dan yel-yel menentang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

baca juga:

Namun, ketika mereka berusaha mendekati kedutaan Iran yang berada tak jauh dari situ, polisi datang mencegat dengan baju besi antihuru-hara lengkap dan dukungan barisan mobil van.

"Beberapa kali massa mencoba menerobos barikade jalan yang didirikan di dekat kedutaan Iran. Polisi pun menggunakan gas air mata untuk mengusir mereka," bunyi pernyataan Kepolisian Paris.

Menurut polisi, demonstrasi itu diikuti sekitar 4 ribu orang. Satu orang ditangkap karena mengamuk dan memberontak, sementara satu petugas mengalami luka ringan.

Berawal dari Jilbab, Kerusuhan Demonstrasi Mahsa Amini Iran Merembet ke London dan Paris - Foto 1
Associated Press

Penggunaan gas air mata menyulut kemarahan para aktivis yang kesal dengan perundingan dan jabat tangan politik antara Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Iran Ebrahim Raisi di sela Majelis Umum PBB pekan lalu.

"Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran Iran di Paris demi melindungi kedutaan Republik Islam," twit Masih Alinejad, aktivis hak-hak perempuan Iran yang tinggal di Amerika Serikat (AS).

Ketegangan serupa juga terjadi di London. Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan demonstran berusaha menerobos barikade keamanan polisi di luar kedutaan Iran di sana.

"Batu, botol, dan proyektil lainnya dilemparkan dan sejumlah petugas terluka. Sedikitnya 5 orang dirawat di rumah sakit dengan luka-luka, termasuk patah tulang," kata Kepolisian Metropolitan London.

Sebelumnya, polisi mengatakan gerombolan besar demonstran telah berkumpul di depan kedutaan dengan massa yang berniat menyebabkan kerusuhan. Polisi pun melakukan 12 penangkapan. []