Ekonomi

Beras Hingga Kenaikan Harga Solar Picu Inflasi September 2022 Capai 1,17 Persen

Beras Hingga Kenaikan Harga Solar Picu Inflasi September 2022 Capai 1,17 Persen
Pekerja melakukan bongkar muat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Kamis (19/8/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada September sebesar 1,17 persen atau ada kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,57 pada Agustus 2022 menjadi 112,87 pada September 2022.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan bahwa penyumbang utama inflasi di bulan September ini berasal dari kenaikan harga bensin kemudian tarif angkutan dalam kota, beras, kenaikan harga solar, tarif angkutan antar kota serta tarif kendaraan online dan juga bahan bakar rumah tangga.

"Oleh karena itu inflasi yang terjadi di bulan September 2022 sebesar 1,17 persen ini merupakan inflasi tertinggi sejak Desember 2014, dimana pada saat itu terjadi inflasi sebesar 2,46 persen sebagai akibat kenaikan harga BBM pada bulan November 2014," jelasnya saat konferensi pers, Senin (3/10/2022).

baca juga:

Kemudian jika kita lihat tingkat inflasi secara tahun kalender 2022 mencapai 4,84 persen sedangkan inflasi secara Year on Year (YoY) menjadi 5,95 persen.

"Menurut data yang kita peroleh, jika dilihat secara tahun kalender 2022 (September 2022 terhadap Desember 2021) mencapai 4,84 persen sedangkan jika kita mengacu kepada laju inflasi Year on Yearnya mencapai 5,95 persen," ucapnya kembali.

Kemudian jika dilihat dari wilayah, lanjutnya, dari 90 wilayah sekitar 88 kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi ada di Bukit Tinggi sebesar 1,87 persen dan kalau dilihat di wilayah tersebut penyumbang utamanya adalah kenaikan harga Bensin yang memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,81 persen kemudian Beras mencapai 0,35 persen dan angkutan dalam kota memberikan andil 0,18 persen dan terakhir adalah angkutan antar kota memberikan andil 0,09 persen.

"Jadi 88 kota mengalami inflasi dan tertinggi ada di Bukit Tinggi sedangkan inflasi terendah terjadi di Merauke dengan capaian inflasi 0,07 persen, sementara itu ada dua kota yang mengalami deflasi diantaranya adalah Manokwari sebesar 0,64 persen dan yang kedua di Timika dengan capaian deflasi mencapai 0,59 persen," paparnya.

Lalu jika dilihat dari masing-masing pulau untuk tingkat inflasinya, tambahnya, di pulau Sumatera tertinggi ada di Bukit Tinggi kemudian di pulau Jawa inflasi tertinggi ada di Kudus yang mencapai 1,65 persen, pulau Kalimantan ada di Kota Singkawang dengan capaian Inflasi 1,66 persen, Pulau Sulawesi tertinggi terjadi di kota Palopo sebesar 1,74 persen, Pulau Bali dan Nusra terjadi di Kota Kupang sebesar 1,82 persen dan yang terakhir adalah pulau Maluku dan Papua terjadi dikota Sorong terjadi inflasi sebesar 1,49 persen.[]