Lifestyle

Berapa Lama Pacaran yang Ideal Sebelum Memutuskan Menikah? Ini Pendapat Ahli

Perubahan hormon yang terjadi di awal hubungan sehingga kamu bingung antara nafsu dan cinta.  Inilah alasannya kamu sebaiknya tidak buru-buru menikah


Berapa Lama Pacaran yang Ideal Sebelum Memutuskan Menikah? Ini Pendapat Ahli
Ilustrasi - Lama pacaran yang ideal sebelum menikah (Unsplash/Samantha Gades)

AKURAT.CO Berapa lama pacaran yang ideal hingga bertunangan dan menikah ? Apakah enam bulan atau satu tahun? Sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal ini.

Akan tetapi, beberapa data menunjukkan orang-orang menikah setelah kurang dari satu tahun berpacaran atau berkencan lebih mungkin untuk bercerai daripada pasangan yang telah berkencan setidaknya selama satu tahun.

Menurut terapis Shara Cherepes, kondisi ini disebabkan perubahan hormon yang terjadi di awal hubungan sehingga kamu bingung antara nafsu dan cinta. 

baca juga:

Pada saat seseorang mengalami romansa baru, dia biasanya "buta" dengan tanda-tanda bahaya apapun dalam hubungan.

Plus, pasangan juga pasti menampilkan sisi terbaik dirinya sehingga kamu cenderung merasa dia adalah orang terbaik untukmu. 

"Kita dapat dengan mudah merasakan 'jatuh cinta' beberapa bulan ke dalam hubungan karena kita disajikan dengan bagian terbaik dari pasangan kita," kata Cherepes, dikutip AKURAT.CO pada Kamis (20/1/2022). 

"Kebutaan" ini terjadi akibat hormon perasaan senang melonjak di awal romansa baru.

Pada saat yang sama, kadar hormon norepinefrin dapat meningkat dan menyebabkan lebih banyak kewaspadaan.

Inilah sebabnya kamu sering deg-degan saat bertemu dengan pasangan di awal hubungan. 

"Dengan perasaan baru yang mengasyikkan itu, muncul peningkatan dopamin, hormon yang meningkatkan perasaan bahagia," ujar Cherepes. 

Selain itu, serotonin alias hormon lain yang membantu menstabilkan suasana hati seseorang, menjadi turun.

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan kurang tidur. Semua perubahan fisiologis ini dapat dikategorikan sebagai gejala cinta baru. 

Menurut terapis Mike Dow, fase ini umumnya akan berlangsung sekitar enam bulan.

Ketika seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangan dan menjadi terbiasa, kadar hormon menjadi stabil dan pengalaman "cinta" akan berubah, menjadi lebih baik dan lebih buruk.

Saat tubuh kembali ke kondisi "normal", kamu mungkin mulai melalui tantangan dengan pasangan. Berbagai perbedaan pun akan muncul, termasuk tentang kebiasaan, gaya komunikasi, dan lain-lain. Jika tidak berhasil melaluinya, kamu dan pasangan mungkin akan berpisah, dan begitu juga sebaliknya. 

Itulah alasanya mengapa cinta kilat tidak terlalu dianjurkan.  Dalam kasus ekstrem, romansa kilat ini dapat membutakan seseorang terhadap red flag dan mengarah pada dinamika hubungan beracun (toxic). 

Meski begitu, pengalaman cinta setiap orang berbeda-beda.

Artinya, tidak semua pasangan yang berkencan selama kurang enam bulan berakhir dengan perpisahan.

Dan, tidak semua pasangan yang berkencan di atas satu tahun memiliki hubungan yang langgeng. 

Intinya, pastikan kamu sudah mendiskusikan tentang nilai dan tujuan satu sama lain untuk masa depan.

Hal ini sangat penting untuk melihat apakah kalian kompatibel.

Dan jika mengetahui bahwa pasangan tidak memiliki nilai yang sama dengan kamu, atau jika dia menunjukkan perilaku yang tidak sehat, jujurlah pada diri sendiri alih-alih berharap dia akan berubah.