Lifestyle

Berapa Lama Manusia Bertahan Saat Lakukan Aksi Mogok Makan?

Aksi mogok makan terkadang dipilih menjadi salah satu bentuk protes para pengunjuk rasa. Berapa lama manusia bertahan tanpa makan makanan


Berapa Lama Manusia Bertahan Saat Lakukan Aksi Mogok Makan?
Potret tiga juta orang lainnya juga tengah menghadapi kelaparan di Afganistan (Javed Tanveer/AFP)

AKURAT.CO, Aksi mogok makan terkadang dipilih menjadi salah satu bentuk protes para pengunjuk rasa. Aksi mogok makan merupakan hal yang sangat berisiko untuk dilakukan, karena tubuh tak mendapatkan asupan makanan untuk waktu yang cukup lama.

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dari luar, tubuh akan mencari makanan dari dalam tubuh itu sendiri. Kondisi ini akan membuat tubuh menjadi kanibal terhadap diri sendiri atau self cannibal.

Berdasarkan keterangan beberapa ahli dan studi yang dilansir Akurat.co dari Mirror, tubuh manusia bisa bertahan selama 20-40 hari tanpa asupan makanan.

Akan tetapi, jangka waktu tersebut masih menjadi perdebatan karena studi mengenai kelaparan kerap terbentur dengan etika.

"Tubuh manusia memiliki mekanisme bertahan yang hebat ketika Anda tak mendapatkan akses terhadap makanan," jelas Ahli Berat Badan dan Genetik dari Vojo Health, Ellie Busby, dikutip pada Sabtu, (20/11).

Mekanisme tersebut dikenal sebagai ketosis. Ketosis adalah kondisi dimana tubuh akan membakar lemak yang tersimpan sebagai energi, karena tak mendapatkan asupan glukosa dari makanan.

Tubuh akan memasuki fase ketosis dalam kurun waktu 12-24 jam setelah tidak mendapatkan asupan makan.

Banyak orang mengenal ketosis sebagai sebuah diet. Padahal, ketosis merupakan suatu tahap dari metabolisme. 

"Anda bisa bertahan beberapa hari, mungkin beberapa pekan tanpa makanan saat berada dalam ketosis, tergantung dari cadangan lemak Anda," kata Busby.

Akan tetapi, bila kondisi ini mencapai tahap yang ekstrim atau tidak terpantau, ketoasidosis bisa terjadi.

Ketoasidosis merupakan kondisi keton mencapai kadar yang sangat tinggi, sehingga membahayakan atau bahkan mengancam nyawa.

"Ketoasidosis adalah ketika darah Anda mulai menjadi asam. Pada ketoasidosis kelaparan, ketika tubuh kehabisan lemak, tubuh akan mulai memecah otot, yang melepaskan asam amino dan laktat ke aliran darah," sambung Busby.

Menurut Busby, ketoasidosis biasanya terjadi 20-30 hari setelah seseorang tidak mendapatkan asupan makanan sama sekali. Pemulihan dari kelaparan dan ketoasidosis juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Secara umum, proses pemulihan tubuh dari kelaparan sangat bergantung pada berapa lama tubuh tidak mendapatkan makanan atau minuman. Proses pemulihan ini bisa membutuhkan waktu selama beberapa pekan hingga beberapa bulan.

Menurut ahli farmasi, Dan Hurle, pendekatan paling aman untuk memulihkan tubuh dari ketoasidosis dan kelaparan, bisa dimulai dengan memberikan asupan karbohidrat. 

Selain itu, penting juga mempertimbangkan terapi untuk mengatasi defisiensi lain yang mungkin dialami pasien setelah tidak makan dalam beberapa waktu. Kadar elektrolit pun perlu dipantau dan diperbaiki.

"Bila Anda membuat diri sendiri kelaparan selama lebih dari 72 jam, maka Anda akan membutuhkan perhatian medis," ujar Hurley.

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan setelah seseorang mengalami kelaparan adalah sindrom refeeding. Sindrom refeeding merupakan sebuah kondisi di mana pengenalan kembali tubuh terhadap glukosa, menyebabkan perubahan tajam pada keseimbangan cairan dan elektrolit.

"Hal ini bisa menyebabkan komplikasi ekstrem dan bahkan kematian," jelas Hurley.

Oleh karena itu, penanganan kelaparan akibat mogok makan perlu dilakukan oleh tenaga medis profesional. Mereka akan mengatur proses pengenalan kembali makanan setelah tubuh mengalami kelaparan akibat mogok makan.[]