Lifestyle

Berapa Kali Frekuensi Hubungan Seks yang Ideal?

Pasangan umumnya berhubungan seks sekali seminggu. Frekuensi ini dinilai tepat karena tetap menjadi kan seks terasa spesial daripada tugas harian.


Berapa Kali Frekuensi Hubungan Seks yang Ideal?
Ilustrasi seks (THE INDEPENDENT)

AKURAT.CO  Seks bisa mempererat hubungan fisik dan emosional pasangan. Selain itu, seks juga mempunyai beragam manfaat lainnya, termasuk meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan jantung, mengurangi stres, serta mengurangi risiko kanker prostat. 

Namun, apakah perlu berhubungan seks setiap hari?

Faktanya, tidak ada jumlah seks yang normal dan benar sebab seksualitas setiap orang berbeda. Tak peduli apakah kamu berhubungan seks setiap hari, beberapa kali sehari, atau tidak sama sekali, semuanya normal dan sehat selama kamu kamu dan pasangan menginginkannya. 

Akan tetapi, kebanyakan pasangan biasanya berhubungan seks seminggu sekali, melansir Very Well Family. Frekuensi ini dinilai sudah cukup untuk membantu menjaga hubungan tetap intim dan memberikan perasaan bahwa kehidupan seksual tetap aktif. Selain itu, berhubungan seks sekali seminggu juga membuat momen ini selalu terasa spesial, dan tidak seperti rutinitas sehari-hari.

Adapun berhubungan seks hingga empat kali atau lebih dalam seminggu justru tak melaporkan adanya peningkatan kebahagiaan dalam hidup.

"Berhubungan seks lebih dari sekali dalam seminggu bukan hal yang buruk, namun terlihat hal itu tidak dapat meningkatkan kepuasan dalam hubungan," ucap Amy Muise, peneliti pascadoktoral yang mempelajari hubungan seksual dari Universitas Dalhousie di Kanada, dikutip AKURAT.CO pada Kamis (14/10/2021). 

Ada fase-fase dalam hidup ketika kamu lebih sering berhubungan seks. Misalnya, pada masa awal  pernikahan yang dikenal sebagai fase bulan madu. Di fase ini, pasangan mampu berhubungan seks sebanyak tiga sampai empat kali sehari. Ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang kehamilan. Frekuensi berhubungan seks dapat berubah tergantung pada usia, kondisi hubungan, dorongan seksual, tingkat stres, penyakit, suasana hati, atau perubahan hidup lainnya. Umumnya rasa intim pun akan memudar setelah tiga atau empat tahun bersama.

Seks memang memiliki banyak manfaat, tetapi itu tidak berarti kamu harus melakukannya seperti tugas harian. Kualitas seks jauh lebih penting daripada kuantitas.

Hal terpenting dalam hubungan adalah berbicara satu sama lain tentang hasrat seksual kamu dan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.  Jadi, pada saat kamu atau pasangan sedang tidak mood, jangan memaksakannya. Jika kamu ingin berhubungan seks lebih sering atau mencoba hal baru di tempat tidur, beri tahu pasangan. Komunikasi adalah salah satu kunci terpenting dalam hubungan yang sehat dan langgeng.