News

Berang, Panglima TNI Instruksikan Copot Dua Komandan AU di Papua, Ini Alasannya

Kasus penganiayaan seorang pemuda berkebutuhan khusus oleh dua anggota POM AU di Marauke, Papua berbuntut panjang.


Berang, Panglima TNI Instruksikan Copot Dua Komandan AU di Papua, Ini Alasannya
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Panglima TNI Jenderal Marsekal Hadi Tjahjanto berang dengan tindakan dua oknum anggota POM AU yang bersikap arogan terhadap pemuda berkebutuhan khusus di Marauke, Papua.

Panglima TNI langsung menginstruksikan Kepala Staf TNI AU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Sat POM AU.

"Jadi saya minta malam ini langsung serah terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," tegas Hadi Tjahjanto dalam pernyataannya yang beredar, Rabu (28/7/2021). 

Dia membeberkan alasan perintah pencopotan dua komandan kesatuan di Papua itu. Hadi beralasan keduanya tidak bisa membina dua prajurit POM AU yang menganiaya pemuda berkebutuhan khusus itu. Hal itulah yang membuatnya marah besar. 

"(Alasan) karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, video penganiayaan seorang pemuda berkebutuhan khsusus yang dilakukan oleh dua anggota berseragam POM AU beredar luas sejak kemarin. Mabes AU langsung mengonfirmasi kejadian itu dilakukan anggota AU yang berdinas di Papua. 

Atas kejadian itu, Mabes AU langsung meminta maaf dan menahan dua terduga pelaku penganiayaan tak lazim itu. Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah. 

“Kita akan tindak lanjuti kejadian ini, kedua oknum anggota ini akan ditindak secara tegas, sesuai aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” tegas dia.

Dia menyesalkan kejadian tersebut. Dia juga memastikan bahwa bahwa kejadian itu sudah ditangani oleh Satuan Polisi Militer Lanud Johannes Abraham Dimara (Dma), Merauke.

“Kedua oknum anggota Lanud Dma ini sudah di tahan di Satpomau, dan proses hukumnya sedang berjalan,” terang Kadispenau.

Dia mengakui, tindakan dua anggota POM AU itu sudah berlebihan. Kareanya, dia menyesalkan terjadinya peristiwa itu. Kini, kedua anggota POM AU itu ditahan untuk menanti proses selanjutnya. 

"Kita menyesalkan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh dua oknum anggota ini pada saat mengamakan warga, dan sejak kemarin (Senin) keduanya sudah ditahan di Satpom Lanud Dma untuk proses hukum selanjutnya,” ujarnya.[]