News

Berakhir Hari Ini, PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum mengantongi keputusan mengenai perpanjangan PPKM Level 4 yang berakhir hari ini.


Berakhir Hari Ini, PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi?
Anggota kepolisian menjaga jalan yang ditutup saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum mengantongi keputusan mengenai perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang berakhir hari ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sejauh ini Pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait hal ini. Jika diperpanjang, pihaknya akan mengikuti semua keputusan itu, begitu juga sebaliknya. 

"Saya tidak ingin mendahului, kita tunggu hari ini Pak Jokowi akan mengumumkan PPKM Level 4 diperpanjang atau tidak. Kalaupun diperpanjang seperti apa pelonggarannya yang akan diberikan atau pengetatannya, kita tunggu saja," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/8/2021).

Kendati belum ada keputusan yang pasti, namun selentingan beredar isu mengenai adanya pelonggaran sejumlah kegiatan masyarakat setelah berakhirnya PPKM Level 4 ini mengingat kasus Covid-19 pada ledakan gelombang kedua kali ini sudah berhasil ditekan. Terkait hal itu, Ariza juga masih bimbang memberi bocoran.

"Makanya nanti kita tunggu persisnya persyaratannya nanti kita tunggu ya. Kita menunggu keputusan dari Pak Presiden, Pemprov nanti akan mengikuti menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kewenangannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, PPKM mulai dari berstatus darurat hingga level 4 yang diterapkan pemerintah setelah ledakan corona gelombang kedua terbukti manjur menekan kasus wabah mematikan itu. Pemerintah Provinsi DKI punya punya fakta penurunan kasus ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan sejumlah fakta terkait melorotnya kasus Covid-19 di Ibu Kota. Indikator pertama, jumlah kasus aktif sudah bukan lagi 113.000 kasus seperti pada puncak ledakan gelombang kedua 16 Juni 2021.

"Alhamdulillah atas izin Allah kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli yang lalu, kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari 2021 yang lalu," kata Anies seperti dilihat redaksi dalam video di Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Indikator lainnya, penurunan tren pemakaman menggunakan protap Covid-19. Pada puncak ledakan gelombang kedua, kata Anies, jumlah pemulasaran jenazah menggunakan tata cara yang tak lazim ini bisa 400 jenazah dalam sehari. Namun kini turun menjadi setengahnya.