News

Bentrokan Antar Partai Pasca Pemilu Pecah di India, 17 Orang Dikabarkan Tewas

Bentrokan Antar Partai Pasca Pemilu Pecah di India, 17 Orang Dikabarkan Tewas


Bentrokan Antar Partai Pasca Pemilu Pecah di India, 17 Orang Dikabarkan Tewas
BJP menuding para pekerja TMC yang berkuasa yang telah melakukan kekerasan di Benggala Barat (SANJAY DAS via BBC)

AKURAT.CO, Bentrokan antar pekerja partai dilaporkan pecah menyusul pemilihan lokal di Benggala Barat, India. Bentrokan yang berlangsung sejak Minggu (2/5) ini dikabarkan telah menewaskan sedikitnya 17 orang.

Seperti diwartakan BBC, 17 korban yang diduga tewas itu adalah para pekerja partai Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, Partai Bharatiya Janata (BJP) dan Partai Kongres Trinamool (TMC).

Sebagai catatan, TMC adalah partai yang menguasai negara bagian Belangga Barat dan merupakan oposisi BJP.

Dalam pemilihan tahun ini, BJP pun diketahui tumbang, dan TMC berhasil mengukuhkan kekuasaan ketiga kalinya. Setelah hasil pemilihan keluar, kekerasan dilaporkan langsung meletus.

Polisi belum mengonfirmasi kematian atau penyebab pasti dimulainya kekerasan. Sementara kedua partai dilaporkan saling tuding. 

BJP menuduh para pekerja TMC melakukan penyerangan terhadap para anggota partai, merusak kantor hingga menjarah toko-toko yang dijalankan oleh pekerja BJP. BJP juga mengklaim telah kehilangan sembilan pekerja akibat bentrokan.  

Sebaliknya, TMC telah membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa tujuh pekerjanya tewas dalam bentrokan. Menurut TMC, insiden terjadi ketika beberapa pendukung TMC sedang dalam perjalanan ke Nabagram di area kantor polisi Jamalpur dengan sepeda motor. Kemudian, para loyalis TMC diserang oleh para pekerja BBC. 

TMC juga mengatakan bahwa anggotanya dipukuli dan sepeda mereka rusak, seperti diwartakan oleh The Hindu Business Line.

Foto-foto yang belum diverifikasi di media sosial juga menunjukkan adanya penampakan kantor yang digeledah, gedung yang terbakar, dan orang-orang diserang. Namun, sekali lagi, masih belum jelas bagaimana bentrokan itu dimulai.

Bentrokan Antar Partai Pasca Pemilu Pecah di India, 17 Orang Dikabarkan Tewas - Foto 1
SANJAY DAS via BBC

Ketua Menteri Benggala Barat yang terpilih kembali, Mamata Banerjee telah meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak mengambil bagian dalam kekerasan apa pun.

Banerjee dilantik pada Rabu (5/5) dalam sebuah upacara kecil di mana dia mengambil sumpahnya dalam bahasa Bengali, dan berjanji untuk mengatasi krisis COVID-19 yang meningkat di negara bagian itu.

Sementara Modi dilaporkan telah menelepon gubernur negara bagian, Jagdeep Dhankar. Dalam komunikasinya, Modi pun dikatakan merasa prihatin atas situasi ricuh yang melanda Benggala Barat.

Presiden BJP, Jagat Prakash Nadda juga dilaporkan telah tiba di Benggala Barat pada Selasa (4/5) waktu setempat. Saat kedatangannya, Nadda dikatakan langsung bertemu dengan keluarga dari dua pekerja partai yang tewas dalam bentrokan.

Reaksi atas bentrokan juga telah ditunjukkan oleh Kementerian Dalam Negeri Federal yang langsung meminta laporan kekerasan dari rekan negara bagiannya.

Kendati demikian, situasi di Benggala Barat dilaporkan masih tegang. Ini terutama karena beberapa distrik di wilayah itu terus mendapatkan laporan tentang kekerasan, dan ini setidaknya terus mengalir selama 24 jam terakhir.

Seorang mantan pemimpin distrik BJP bahkan sampai mengaku ketakutan karena situasi mecekam akibat bentrokan.

"(Kami) Takut pada pekerja TMC, banyak pekerja partai telah meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan hidup mereka," kata sumber tersebut.

Sementara, para pemimpin TMC menuduh bahwa BJP telah menyebar laporan atau berita palsu.

Dugaan jumlah kematian dan bentrokan itu terjadi di tengah lonjakan tajam infeksi COVID-19 di India. Benggala Barat termasuk salah satu yang terkena dampak dengan laju peningkatan infeksi sangat cepat. 

Negara bagian itu sebelumnya telah menyaksikan kampanye pemilihan besar-besaran menjelang pemungutan suara.

Secara kesuluruhan, India kini telah mencatat kasus infeksi dengan angka menembus lebih dari 21 juta kasus. Sedangkan, jumlah kematian karena COVID-19 mencapai 230.168 kasus, menurut pantauan terkini Worldometers.[]