News

Bentengi Umat dari Sebaran Pandemi, HNW Dorong Upaya Mencetak Ulama

Melalui Sanggar Al Quran Mardani Lima diharapkan tumbuh generasi penerus ulama.


Bentengi Umat dari Sebaran Pandemi, HNW Dorong Upaya Mencetak Ulama
Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di Masjid Al Ikhlas Kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (9/2/2019). Sosialisasi ini kerjasama antara MPR RI dengan Perguruan Silat Gerak Oray Indonesia untuk memberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan amanah dari UU. No. 17 Tahun 2014 yang mengamanatkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi. Selain di dalam negeri, Hidayat Nur Wahid me (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW mengungkapkan bahwa dirinya tak ingin terjadi lost generation (kehilangan generasi) di kalangan ulama akibat Covid-19.

Upaya mencetak para ulama mesti terus dilakukan, salah satunya melalui Sanggar Al Quran Mardani Lima, Johar Baru, Jakarta Pusat.

"Kita perlu terus mendukung usaha-usaha untuk mempersiapkan generasi Al-quran yang dapat menghapalkan, memahami dan mengamalkan Al-quran secara baik, benar dan solutif," ujar HNW dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Kehadiran sanggar ini, kata HNW, sangat dibutuhkan. Selain untuk mengkaji Al-quran juga mengamalkan ajarannya yaitu dengan menghadirkan kebaikan dan kemaslahatan di masyarakat sekitar. 

"Apalagi, di era Covid-19 di mana Sanggar Al Quran Mardani Lima juga membantu warga dengan edukasi kesehatan, memberikan bantuan logistik serta layananan ambulance gratis. Juga mencetak generasi penerus ulama, menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin, jauh dari laku radikal, ekstrim, ekslusif dan anti sosial," tuturnya.

Politikus PKS itu mengingatkan pentingnya sanggar-sanggar Al-quran di seluruh Indonesia. Sanggar-sanggar Al-quran akan bermanfaat untuk mempersiapkan generasi penerus para ulama yang banyak wafat di masa Covid-19.

“Sanggar Al-quran ini bisa menghadirkan semangat kolaborasi peduli kebaikan dan kemaslahatan bagi warga serta kondusif menciptakan generasi penerus ulama ahlussunnah wal jamaah yang banyak wafat di era Covid-19,” ujarnya.

Merujuk laporan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. Cholil Nafis, HNW mengungkapkan setidaknya ada 900 ulama yang wafat di era Covid-19. Data dari RMI NU menunjukan 590-an ulama yang wafat.

“Jumlah ulama yang wafat tersebut tentu sangat memprihatinkan. Satu ulama saja yang wafat, kita tentu berduka dan umat kehilangan, tetapi di era Covid-19 ini ada ratusan yang wafat,” ungkapnya.

Oleh karenanya, HNW berharap agar para santri yang aktif di sanggar Al-quran ini dapat termotivasi untuk mengisi kehilangan bangsa Indonesia atas banyaknya ulama yang wafat.

"Karenanya mereka tidak menolak vaksin sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan kehidupan dari bahaya Covid-19," pungkasnya.[]