News

Sheikh Jarrah Memanas, Netanyahu Bersikeras Bangun Pemukiman di Yerusalem

Netanyahu kembali mengklaim bahwa semua bagian Yerusalem adalah ibukotanya (Israel)


Sheikh Jarrah Memanas, Netanyahu Bersikeras Bangun Pemukiman di Yerusalem
Yerusalem Timur, yang diduduki oleh Israel, adalah salah satu wilayah yang dicari Palestina untuk negara masa depannya (Amit Shabi / AFP)

AKURAT.CO,  Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah mengisyaratkan keinginannya untuk tetap membangun pemukiman ilegal Yahudi di wilayah Israel yang diduduki. Dalam pernyataan terbarunya, Netanyahu kembali mengklaim bahwa semua bagian Yerusalem adalah ibukotanya. Karena itu, ia pun 'tegas menolak' berbagai tekanan agar Israel tidak mengadakan pembangunan di Yerusalem. 

Seperti diwartakan Aljazeera, pernyataan itu disampaikan Netanyahu pada Minggu (9/5). Itu hari di mana kementerian Kehakiman Israel mengumumkan akan menunda sidang kasus penduduk Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki.

Saat menyampaikan sikapnya itu, Netanyahu ikut mengumumkan bahwa sidang yang rencananya akan berlangsung Senin besok akan dibatalkan. Sebagai gantinya, sidang baru akan digelar dalam waktu 30 hari mendatang. 

Setelahnya, barulah Netanyahu menyatakan penolakan terhadap berbagai tekanan yang dimaksukan agar Israel berhenti membangun di daerah Yerusalem yang diduduki. Saat mengatakan hal ini jugalah, Netanyahu menyebut bahwa 'Yerusalem' adalah ibukota Israel, dan sebagai negara, mereka berhak terus membangun di kawasan itu.

"Karena situasi dan permintaan jaksa agung, sidang reguler untuk besok, 10 Mei 2021 (dibatalkan)," katanya dalam sebuah pernyataan, menambahkan akan menjadwalkan sidang baru dalam waktu 30 hari.

"Kami dengan tegas menolak tekanan untuk tidak membangun di Yerusalem. Saya menyayangkan tekanan ini (justru) meningkat akhir-akhir ini. 

"Saya juga mengatakan kepada teman-teman terbaik kami: Yerusalem adalah ibu kota Israel dan sama seperti setiap negara yang membangun ibu kotanya, kita juga memiliki hak untuk membangun dan menambah pembangunan di Yerusalem. Itulah yang telah kami lakukan dan akan terus kami lakukan," kata Netanyahu dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi.

Komentar Netanyahu itu juga muncul bersamaan dengan makin meningkatnya kritikan dunia terhadap kerusuhan di Yerusalem Timur serta rencana penggusuran rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah yang diklaim oleh pemukim ilegal Yahudi.

Amerika Serikat pun diketahui menjadi salah satu yang memprotes aksi kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di bulan Ramadan. 

"Kami sangat prihatin" dan menginginkan "pihak berwenang untuk mendekati penduduk ... dengan belas kasih dan rasa hormat," terang seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu (8/5).

Kecaman serupa juga telah disampaikan oleh Paus Fransiskus pada Minggunya. Dalam pidatonya itu, Fransiskus tegas menyerukan diakhirinya kekerasan di Yerusalem. Selain itu, ia juga mendesak agar semua pihak mau mencari solusi terbaik guna menghormati identitas multikultural di Kota Suci itu.

"Kekerasan akan melahirkan kekerasan, hentikan bentrokan," kata Fransiskus kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus di Roma.

Ketegangan di lingkungan Sheikh Jarrah telah memicu konfrontasi harian dalam beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu, kerusuhan masih meletus dengan polisi Israel menindak pengunjuk rasa Palestina di luar Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki. Dalam bentrokan itu, setidaknya 90 orang dilaporkan terluka, menurut petugas medis Palestina.

Tindakan keras itu juga terjadi ketika 90 ribu jemaah Muslim tengah melangsungkan ibadah untuk menyambut Lailatul Qadar di Masjid Al-Aqsa. 

Sementara, pada Jumat (7/5) malamnya, pasukan Israel tercatat telah melukai lebih dari 200 warga Palestina saat menyerbu Masjid Al-Aqsa.[]